Di Australia, Menteri RI Soroti Travel Warning & Bebas Visa
Jumat, 18 Mar 2005 10:28 WIB
Jakarta - Delegasi Indonesia menyerukan adanya perpektif baru yang segar dalam relasi Australia dan Indonesia, termasuk kebijakan bebas visa antara kedua negara. Demikian dikatakan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie dalam pidatonya di Forum Menteri Australia dan Indonesia.Ical menyatakan, saat ini adalah waktu yang tepat untuk membangun kerja sama yang kompehensif dalam bidang ekonomi, politik dan sosial. Dia mengimbau Australia untuk mengendurkan travel warningnya terhadap Indonesia dan memberlakukan bebas visa untuk rakyat Indonesia."Persahabatan kita saya rasa akan bertambah kuat di masa mendatang bila kita berdua mempunyai akses yang lebih banyak untuk berbagai komoditi dan masyarakat antara kedua negara," urainya. Ical menekankan bahwa hubungan kedua negara adalah salah satu masalah paling penting Indonesia seperti dilansir ABC News Online, Jumat (18/3/2005).Seperti diketahui, Indonesia sudah menjadi langganan peringatan perjalanan negeri kangguru itu terkait ancaman terorisme. Saran perjalanan itu sering muncul menyusul tragedi bom Bali pada 12 Oktober 2002 silam. Terakhir, travel warning itu keluar akhir pekan lalu, untuk kawasan WTC Mangga Dua untuk 11-14 Maret 2005.Sementara, Menlu Alexander Downer menyatakan bahwa demokrasi di Indonesia dapat membawa dimensi baru hubungan antara kedua negara. Dia menegaskan, Indonesia adalah negara yang penting bagi Australia karena letak geografinya, integrasi ekonomi yang bertumbuh, terorisme di Asia tenggara dan negosiasi untuk perjanjian perdagangan bebas antara Asean, Australia dan Selandia Baru.Menurutnya, perhatian lebih harus diberikan pada demokrasi Indonesia. Dia juga menyatakan bahwa kunjungan Presiden SBY pada akhir bulan ini akan menambah nilai penting bagi Australia karena dia adalah presiden Indonesia pertama yang dipilih secara langsung.
(nrl/)











































