"Dari hasil pengecekan di lapangan, yang menjadi perhatian utama yaitu gerbang tol pembayaran, bagaimana pelayanan dan sistem pembayaran dipercepat sehingga tidak terjadi hambatan dan penumpukan antrian kendaraan," kata Agung dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/4/2016).
Ditambahkannya, pemantauan itu juga didampingi beberapa pejabat instansi terkait seperti Dishub, Jasa Marga, Kemen PUPR, Jasa Raharja dan lainnya agar terintegrasi dan terkoordinasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung melanjutkan, pengecekan jalur mudik itu juga menghasilkan beberapa catatan yang akan diterapkan pada masa mudik tahun ini.
"Khusus di Limbangan yang juga menjadi titik krusial akan digelar barrier (pembatas jalan), sehingga masyarakat tidak dapat menyeberang di sembarang tempat," urainya.
Menurut Agung, jalur selatan memiliki karakteristik yang spesifik karena banyaknya turunan dan tanjakan. "Sehingga akan diberlakukan sistim satu arah buka tutup secara situsional," paparnya.
Agung menambahkan, akan ada titik rest area untuk jalur mudik selatan yaitu Ciamis, Wanareja Cilacap, dan Dumping. Sedangkan rest area untuk arus balik adalah di Wanaraja Wergosari, Tasikmalaya dan Limbangan.
"Masyarakat harus berpartisipasi untuk menjaga keselamatan, keamanan dan ketertiban berlalulintas," tutupnya. (idh/rna)











































