Belajar dari Kemenangan Jokowi dan Ganjar, Begini Cara PDIP Siapkan Cagub DKI

Belajar dari Kemenangan Jokowi dan Ganjar, Begini Cara PDIP Siapkan Cagub DKI

Erwin Dariyanto - detikNews
Jumat, 29 Apr 2016 14:07 WIB
Belajar dari Kemenangan Jokowi dan Ganjar, Begini Cara PDIP Siapkan Cagub DKI
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ahmad Basarah (Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto/detikcom)
Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memiliki cara khusus untuk menyeleksi bakal calon gubernur DKI Jakarta 2017-2022. Dalam menyeleksi bakal calon, PDIP tak hanya mengandalkan hasil survei tentang elektabilitas dan popularitas.

Hal ini mengacu pada pengalaman PDIP dalam memenangkan sejumlah pemilihan kepada daerah. Salah satunya adalah memenangkan Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta dan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah.

Jokowi dan Ganjar yang sebelum pilkada digelar disebut memiliki tingkat keterpilihan (elektabilitas) kecil ternyata bisa menang. Belajar dari pengalaman itulah PDI Perjuangan optimistis calon yang diajukan di Pilkada DKI bisa mengimbangi kandidat petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini PDIP tengah melakukan penjaringan untuk bakal calon gubernur DKI Jakarta. Ada 35 orang yang mendaftarkan melalui DPD II PDIP Jakarta. Saat bersamaan DPP PDIP juga menyeleksi sejumlah kader yang saat ini menjadi kepala daerah dan potensial untuk diajukan ke Pilgub Jakarta.

"Nantinya dua pintu seleksi itu (DPD dan DPD) akan dipadukan untuk mendapatkan calon yang akan diajukan (di Pilgub DKI)," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat berkunjung ke kantor detikcom di Jl Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat (29/4/2016).

Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah yang ikut hadir menambahkan bahwa dalam mengusung calon di Pilkada DKI, PDIP tak hanya mengandalkan elektabilitas kandidat. "Bahwa survei bukan satu-satunya parameter mengajukan calon. Bagi kami ketika ada partai politik yang mengandalkan survei elektabilitas dia akan terjebak pada pragmatisme,"Β  kata dia.

PDIP, kata Basarah, memiliki dua kali pengalaman mengajukan calon dengan elektabilitas rendah tapi bisa memenangkan pilkada. Dua pengalaman itu adalah kemenangan Jokowi di Pilkada Jakarta dan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah.

"Siapa yang kenal Pak Jokowi saat maju Pilgub DKI, siapa juga yang kenal Ahok. Ganjar yang sering muncul di TV ternyata tak begitu populer di Jawa Tengah. Namun ternyata mereka bisa menang," kata Basarah.

Lalu siapakah yang akan diusung PDIP untuk melawan Ahok di Pilgub DKI? (erd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads