Akom Merapat ke Cendana, Novanto Cs: Yang Penting Suara Daerah

Jelang Munaslub Golkar

Akom Merapat ke Cendana, Novanto Cs: Yang Penting Suara Daerah

Indah Mutiara Kami - detikNews
Jumat, 29 Apr 2016 11:06 WIB
Akom Merapat ke Cendana, Novanto Cs: Yang Penting Suara Daerah
Ade Komarudin (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Caketum Golkar Ade Komarudin sowan ke Cendana dan bertemu putra Presiden ke-2 RI Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto. Selain itu, Akom juga didukung Titiek Soeharto. Efektifkah peran keluarga Cendana di Munaslub Golkar?

Tim sukses Setya Novanto, Roem Kono menganggap kunjungan itu wajar-wajar saja. Tetapi, bukan keluarga Cendana yang bisa menentukan hasil Munaslub Golkar.

"Boleh-boleh saja. Tapi ini masalahย  kepercayaan daerah yang penting, bukan kepercayaan Tommy Soeharto," kata Roem di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (29/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Roem, poin penting adalah dukungan daerah. Novanto saat ini diklaim mendapat sambutan baik dari kader Golkar di beberapa wilayah.

"Kepercayaan dari kader dan mampu bisa melaksanakan tugas parpol untuk membangun bangsa dan negara ini. Dan bisa kerjasama dengan pemerintah, itu penting," ungkapnya.

Dukungan Keluarga Cendana diyakini bukan hanya untuk Akom seorang. Roem menyebut Novanto juga dekat dengan Tommy Soeharto.

"Saya kira Novanto juga didukung Tmmy, didukung siapa saja. Langkah-langkah demikian tidak masalah tapi Novanto fokus ke daerah," ujar Roem.

Sebelumnya diberitakan, Tujuan kedatangan Akom ke Tommy terkait pembicaraan soal Munaslub Golkar yang akan dihelat Mei, mendatang. Salah satu yang dibahas adalah mengembalikan Golkar sesuai roh dan jati diri sebagai partai dengan ideologi kekaryaan yang kuat yang awalnya Partai Beringin identik dengan Soeharto, ayah Tommy Soeharto.

"Keduanya bersepakat bahwa PG yang menjadi legacy dari HM Soeharto harus di kembalikan pada roh dan jati dirinya sebagai partai yang memiliki ideologi karya kekaryaan yang kuat, jauh dari praktik-praktik premanisme dan materialistik dalam kepengelolaannya," ujar Timses Akom, Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/4/2016). (imk/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads