Warga Pinggir Rel Gunung Antang Pasrah Digusur untuk Double-Double Track

Warga Pinggir Rel Gunung Antang Pasrah Digusur untuk Double-Double Track

Fajar Yogaswara - detikNews
Jumat, 29 Apr 2016 10:52 WIB
Warga Pinggir Rel Gunung Antang Pasrah Digusur untuk Double-Double Track
Bangunan Liar di Pinggir Rel Gunung Antang (Foto: Fajar Yogaswara/detikcom)
Jakarta - Warga pinggir rel di Gunung Antang, kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, pasrah. Pasalnya permukiman liar yang pada malam hari biasa jadi tempat prostitusi kelas teri itu akan digusur oleh PT KAI untuk proyek double-double track (DDT).

Penggusuran di pertengahan Mei belum diketahui waktu pastinya. Namun warga sudah tahu rencana tersebut.
Warga belum ada yang pindah (Fajar Yogaswara/detikcom)



Sosialisasi untuk penggusuran sudah ada. Belum lama ini pihak kecamatan dan PT KAI mendatangi warga untuk memberi tahu akan adanya penggusuran. Bahkan PT KAI sudah melakukan pemetaan atas lokasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau memang mau digusur saya pasrah," ujar Soloh (53), penjual rokok yang menetap di Gunung Antang, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (28/4/2016).

Soloh mengaku lahan yang dia tempati merupakan milik negara. Saat ini dia sedang mencari rumah kontrakan.

Senada dengan Soloh, pedagang kopi bernama Veri (60) mengatakan akan pulang kampung jika digusur dari rumahnya.

Saat ini belum ada warga yang pindah karena penggusuran belum ditentukan waktunya. Meski demikian puluhan rumah dari kayu, bambu dan terpal di pinggir rel masih sepi. Banyak warung yang belum buka namun beberapa sudah ada yang buka. Aktivitas di sini mayoritas dimulai dari pukul 20.00 WIB-01.00 WIB.

Tanah lahan pinggir rel merupakan milik negara (Fajar Yogaswara)

Selain warung terlihat kafe kecil yang merupakan tempat karaoke. Lampu kelap-kelip terlihat meski dalam kondisi tidak menyala. Lokasi warga pinggir rel ini berjarak hanya 1 meter dari rel kereta arah Manggarai.

Sekitar 294 bangunan liar bermukim di tempat itu termasuk tempat lokalisasi terselubung yang berada di bantaran rel menjadi target sasaran pembongkaran pada pertengahan bulan Mei ini. Bangunan liar itu penghambat proyek double-double track (DDT) atau rel ganda di sepanjang bantaran rel kereta yang melintasi wilayah Jatinegara hingga Manggarai

(nwy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads