Pembangunan Double-double Track Manggarai-Bekasi Molor Akibat Bangunan Liar

Pembangunan Double-double Track Manggarai-Bekasi Molor Akibat Bangunan Liar

Nugroho Tri Laksono - detikNews
Kamis, 28 Apr 2016 21:01 WIB
Pembangunan Double-double Track Manggarai-Bekasi Molor Akibat Bangunan Liar
Jalur KRL Manggarai-Bekasi/ Foto: Nugroho/detikcom
Jakarta - Pembangunan double-double track (DDT) atau rel 4 jalur dari stasiun Manggarai sampai Bekasi hingga kini masih belum terealisasikan. Pemukiman liar yang semakin menjamur di sepanjang rel membuat PT KAI sulit mewujudkannya. Meskipun ratusan pemukiman tersebut sudah berulangkali ditertibkan.

"Kita sudah memberikan imbuan untuk membongkar bangunannya sendiri. Sudah pernah dibongkar pada tahun 2007 dan 2010 tapi bangunan tersebut justru bertambah banyak karena tidak ada pengawasan dari PT KAI," ujar Asisten Pemerintahan dan Lingkungan Hidup Jakarta Timur Syofian kepada detikcom, saat Survei lokasi pemukiman warga di bantaran rel kereta Jatinegara, Jaktim, Kamis (28/4/2016)

Sedikitnya ada 294 bangunan liar yang berdiri di bantaran rel kereta. Pantuan detikcom dilokasi, bangunan liar yang merupakan rumah semi permanen dan warung milik warga menghadap ke rel. Tidak tampak tembok pembatas rel kereta, diduga tembok pembatas tersebut sudah dirobohkan warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada sosialiasi tapi kita tetap berikan peringatan sebanyak 3 kali , pertengahan Bulan Mei kita akan segera melakukan pembongkaran," jelas Syofian.

Pembangunan double-double track berguna untuk menambah volume lalu lintas KRL terutama Commuter Line. Dengan dijadikannya 4 jalur, 2 jalur bisa digunakan untuk kereta keluar kota dan 2 jalur lagi bisa digunakan Commuter Line untuk jalur Jakarta-Bekasi.

Jalur KRL Manggarai-Bekasi


(rvk/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads