"Oh, yang dari Tarakan, misalnya, diimbau untuk meningkatkan pengamanan. Jadi kalau ada pengawalan dengan kapal yang bersenjata boleh, kalau enggak ya sebaiknya jangan dulu," kata Jonan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (28/4/2016).
Jonan juga menyebut sudah ada pembicaraan dengan pihak TNI terkait pengamanan di laut. Pengamanan tersebut dikoordinasikan oleh Menko Polhukam, kata Jonan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini sebanyak 14 WNI masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pun akan menemui Menlu Malaysia dan Filipina untuk membicarakan masalah ini.
Sementara itu di Filipina terdapat aturan bahwa pasukan dari negara lain dilarang beroperasi di negaranya. Inilah yang menyulitkan pasukan dari Indonesia masuk ke Filipina untuk menyelamatkan para sandera. (mkl/bag)










































