Menhub: Kalau Tak Ada Pengawalan, Sebaiknya Jangan Berlayar dari Tarakan

Menhub: Kalau Tak Ada Pengawalan, Sebaiknya Jangan Berlayar dari Tarakan

Maikel Jefriando - detikNews
Kamis, 28 Apr 2016 19:46 WIB
Menhub: Kalau Tak Ada Pengawalan, Sebaiknya Jangan Berlayar dari Tarakan
Menhub Ignasius Jonan. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pemerintah berupaya meningkatkan pengamanan di wilayah perairan yang berbatasan dengan Malaysia dan Filipina setelah maraknya penyanderaan oleh kelompok Abu Sayyaf. Menhub Ignasius Jonan mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati bila berlayar dari perairan utara Indonesia.

"Oh, yang dari Tarakan, misalnya, diimbau untuk meningkatkan pengamanan. Jadi kalau ada pengawalan dengan kapal yang bersenjata boleh, kalau enggak ya sebaiknya jangan dulu," kata Jonan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (28/4/2016).

Jonan juga menyebut sudah ada pembicaraan dengan pihak TNI terkait pengamanan di laut. Pengamanan tersebut dikoordinasikan oleh Menko Polhukam, kata Jonan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah dibicarakan, cuma saya enggak tahu detailnya. Itu ditangai oleh TNI," imbuh Jonan.

Hingga kini sebanyak 14 WNI masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pun akan menemui Menlu Malaysia dan Filipina untuk membicarakan masalah ini.

Sementara itu di Filipina terdapat aturan bahwa pasukan dari negara lain dilarang beroperasi di negaranya. Inilah yang menyulitkan pasukan dari Indonesia masuk ke Filipina untuk menyelamatkan para sandera. (mkl/bag)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini