Polda Jateng Kerahkan 2 Tim untuk Usut Penembakan Misterius di Magelang

Polda Jateng Kerahkan 2 Tim untuk Usut Penembakan Misterius di Magelang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 28 Apr 2016 19:37 WIB
Polda Jateng Kerahkan 2 Tim untuk Usut Penembakan Misterius di Magelang
Kasubag Humas Polresta Magelang AKP Esti Wardiani menunjukkan peluru (Foto: Tri Joko Purnomo/detikcom)
Semarang - Polda Jawa Tengah ikut turun tangan mengungkap pelaku penembak misterius yang meneror warga Magelang. Hari ini petinggi Polda Jateng juga dikerahkan ke Magelang untuk mengevaluasi penanganannya.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, mengatakan belum ada orang  yang ditangkap terkait kasus tersebut. Oleh sebab itu, ada dua tim dari polda yang diperbantukan yaitu dari Reserse Kriminal Umum dan dari Intelijen.

"Jadi tim dari polda ada dua tim dari Krimum dan Intelejen yang dari kemarin di Magelang untuk  backup Polres Magelang. Hari ini Dir Krimum juga kesana untuk mengevaluasi proses pengungkapan pelaku," kata Condro kepada detikcom di Lobi Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (28/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dir Krimum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Gagas Nugraha menambahkan pihaknya juga bekerjasama dengan Labfor Bareskrim Polri cabang Semarang untuk penyelidikan. Setidaknya sudah ada 13 orang yang didalami keterangannya. Dari peluru gotri yang tertinggal di lokasi kejadian, diketahui kalibernya 4,5.

"Pelurunya di Labfor, (kaliber) 4,5. Diduga itu memakai senapa angin. Kerjasama dengan Iden (Bagian Identifikasi) dan Labfor, semua turun," tegasnya.

Sementara itu Kalabfor Bareskrim Polri cabang Semarang, Kombes Pol Setijani Dwi Astuti menegaskan nantinya akan diselidiki dari peluru yang tertinggal untuk mengungkap informasi jarak tembak pelaku dan posisinya hingga mengenai korban.

"Hari ini kami on the way ke Magelang. Barang bukti belum kami terima, saya harus cek di lapangan. Dari anak peluru kita menentukan jarak tembak, posisi si penembak mengenai sasaran," tegas Dwi.

Diketahui penembakan tersebut terjadi sejak awal April lalu di Jalan Pemuda, Jalan Ikhlas, dan Jalan Tidar Magelang. Hingga saat ini ada 13 korban yang melapor dan menderita luka antara lain di betis, paha, hingga dada. (alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads