"Presiden meminta semuanya diintegrasikan dalam satu pintu, satu loket, ataupun juga dengan yang online. Sebagai contoh hasil temuan Presiden misalnya untuk STNK," ucap Seskab Pramono Anung dalam jumpa pers usai rapat di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (28/4/2016).
Dalam rapat, hadir Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menristek Dikti Nasir, Mendes Marwan Jafar, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri PANRB Yuddy Chrisnandy dan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, untuk semua pelayanan publik dari tingkat teratas sampai bawah, Presiden Jokowi menginstruksikan pelayannya harus sudah dalam hitungan jam, tidak lagi hari apalagi bulan.
Kemudian, Presiden meminta praktik calo harus dan wajib hilang, bagaimana pun cara dan sistemnya. Salah satunya kata Pramono, menerapkan sistem online.
"Presiden juga meminta bahwa di imigrasi sebagai pintu masuk dan keluar yang memberikan impresi kepada bangsa kita, diberikan pelayanan yang sebaik-baiknya," lanjutnya.
"Nanti di terminal 3 ultimate di Soekarno-Hatta akan diberikan space yang lebih luas pelayanan yang lebih baik, lebih simple sederhana, dan juga bisa mengatasi ketika pesawat sedang landing sibuk dan rush hour," imbuh Pramono. (miq/bag)











































