"Kemarin saya sudah bertemu dengan beliau, beliau diberikan hak juga untuk berolah raga di depan, artinya bisa terkena sinar matahari," jelas Iim usai bertandang ke PBNU di Jl Kramat Raya, Jakarta, Kamis (28/4/2016).
Menurut dia, tidak seperti sebelumnya yang tidak boleh kemana-mana saat ditahan di Nusakambangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iim juga menyampaikan protesnya, keluarga hanya bisa berkomunikasi lewat interkom. Sehingga terbatas kebebasan keluarga.
"Mungkin ya itu juga direkam. Perlakuan seperti ini kan sebetulnya tidak layak untuk beliau. Seharusnya dilakukan kepada napi-napi yang nakal, yang dari dalam penjara mampu menggerakan tindakan kriminalitas. Sedangkan selama ini beliau tidak pernah menunjukan perilaku yang tidak baik. Itu diakui seluruh kalapas di lapas-lapas sebelumnya dia tinggal," urai dia.
"Jadi jika selama ini ada bukti-bukti beliau mengajarkan terorisme maka silakan dibuktikan dalam proses legal di negeri ini untuk kemudian ditindak lanjuti. Tidak kemudian diambil keputusan secara sepihak lalu diperlakukan peraturan seperti ini," sambung dia. (ed/dra)











































