DetikNews
Kamis 28 Apr 2016, 16:29 WIB

Putra Baasyir Sambangi PBNU Ingin Temui Said Aqil Klarifikasi Ucapan Soal Bom

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Putra Baasyir Sambangi PBNU Ingin Temui Said Aqil Klarifikasi Ucapan Soal Bom Foto: Edward Febriyati/ Abdul Rahim putra Baasyir yang tak berkopiah
Jakarta - Abdul Rahim Baasyir atau yang akrab disapa Iim menyambangi PBNU di Jl Kramat Raya. Iim ingin menemui Ketum PBNU Said Aqil dan meminta klarifikasi.

Iim mengaku kedatangannya meminta penjelasan terkait ucapan Said Aqil usai bertemu Wapres JK pada Rabu (27/4). Said Aqil saat itu seperti ditulis di sejumlah media berucap kalau Baasyir memerintahkan santri membawa bom. Dan Baasyir menolak saat diminta membawa bom juga.

"Jadi kami ingin meminta pejelasan kalau beliau ini memiliki dasarnya artinya betul-betul tahu kapan darimana mungkin pernah tahu Ustad Abu Bakar Baasyir mengucapkan demikian maka kami ingin meluruskan kalau ini benar, tapi kalau ini tidak benar kami sangat sayangkan itu dan kalau bisa beliau bisa cabut statment seperti itu karena ini merugikan kami dan keluarga kami. Terus terang kami kesini atas nama keluarga tidak wakili siapapun, dan kami sangat keberatan dengan stament demikian mungkin bisa saya tunjukan berita dimuat media terkait tentang statment beliau kemarin," jelas Iim.

Di PBNU, Iim ditemui sejumlah pejabat PBNU antara lain Ketua PBNU Bidang Lembaga Dakwah dan Takmir Masjid Abdul Manan Gani dan Ketua PBNU Bidang perekonomian dan Lembaga Pemasyarakatan Luas, Eman Suryaman. Iim kemudian menyampaikan uneg-unegnya kepada dua orang pengurus PBNU itu.

"Kami juga terus terang saat ini beliau sedang PK seperti bapak dengar dan ini terus terang akan bisa ganggu proses itu maka dari itu kami merasa keberatan sekali statmen beliau. Kami mohon kalau bisa bertemu langsung supaya kami bisa sampaikan. Tapi kalau belum bisa kami berharap kepada bapak-bapak bisa mewakili untuk menyampaikan kami berharap ada jawaban kejelsan terkait maslaah ini," sambung Iim.

Said Aqil sendiri tidak ada di kantornya karena tengah berada di luar kota. Abdul Gani yang mewakili, memberi penjelasan atas permintaan Iim.

"Insya allah akan kami sampaikan," jelas Abdul.

Abdul kemudian menyampaikan pernah kejadian pernyataan Said Aqil yang dipakai sepotong-sepotong. Sehingga tidak utuh.

"Tempo hari kejadian di Bandung dengan ada ancaman-ancaman kepada beliau. Karena sementara ini juga dirugikan di mass media, medsos soal pernyataan beliau dipelintir dipotong segala macam sehingga terjadi adu domba di antara umat melalui pernyataan beliau yang sepotong-poton. Padahal tidak menyatakan secara umum seperti misalnya kekuasaan keadilan walapun karena kekafiran, bahwa ada kitabnya dasar hukumnya kekuasaan itu dengan perilaku adil bisa kekal walapun dia kafir, konotasi pada pesan keadilan, itu dipelintir disangka dukung kekuasaan kafir sepertinya mendukung ahok mendukung HT dengan foto-foto kunjungan kemana-kemana itu dirugikan," ujar dia.
(edo/dra)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed