"Saya harapkan sistem data informasi identifikasi kependudukan juga harus sudah tunggal, terintegrasi dan bisa dipakai untuk kebutuhan dan diakses secara online," ucap Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (28/4/2016).
Hadir Mendagri Tjahjo Kumolo, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Menristek Dikti Nasir, Mendes Marwan Jafar, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Sudirman Said, MenPAN RB Yuddy Chrisnandy dan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira ngurus satu itu cukup. Kalau dulu e-KTP ini benar, saya kira sebetulnya bisa dipakai untuk apapun. Ini yang harus segera dibenarkan," kata Jokowi.
Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo merilis jumlah perekaman data penduduk sudah sampai 158.156.483, jumlah pencetakan e-KTP berdasarkan NIK sudah 153.651.768 dan jumlah pencetakan berdasarkan blangko 163.380.200.
"Dari jumlah penduduk 250 juta yang wajib e-KTP itu,182 juta sekian karena usia dewasa. Dari 182 juta yang wajib, yang baru terekam datanya 158 juta. Dari 158 juta yang terekam data penduduknya, baru 153 juta yang miliki e-KTP," ucap Tjahjo. (bal/rvk)











































