"Agar penyelenggaraannya maksimal kita akan menggunakan aparat negara. Karena Golkar kan bagian dari pemerintahan. Kita ingin agar ada citra baru di Partai Golkar. Kita libatkan KPK. Dan kita akan menggunakan polisi untuk cegah money politics, " ujar Fadel di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Kamis, (28/4/2016).
Tidak hanya KPK dan polisi, Fadel menambahkan juga akan melibatkan BIN dalam proses penyelenggaraan munaslub. Hal ini dimaksudkan agar penyelenggaraan munaslub benar-benar bersih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadel kemudian mengungkapkan kemirisannya soal citra Golkar yang kian tak baik di mata masyarakat. Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Kepala BIN Sutiyoso untuk membantu penyelenggaraan munaslub.
"Coba lihat sekarang, Partai Golkar survei tinggal 7 persen. Padahal kita harusnya 14 persen. Menurut saya, sehingga saya ditugaskan teman-teman semuanya, saya akan menggunakan aparat pemerintah yaitu BIN. Saya sudah bicara dengan Pak Sutiyoso. Beliau bilang setuju, boleh Bang Fadel kita akan dukung," ucapnya.
Terkait jika ada oknum dari partai Golkar yang "bermain" dalam penyelenggaraan munaslub, Fadel dan tim tak segan untuk menindak tegas oknum tersebut.
"Kalau ada hitam putihnya jelas akan diusut. Dan kita akan menggunakan metodologi yang dipakai aparat hukum dan kepolisian serta KPK. Ada bukti-buktinya, hitam putih. Berdasarkan laporan juga," ujar Fadel. (van/nrl)










































