Harapan Pemprov ke Restiana dan 10 Lulusan Sekolah Pilot asal Papua Barat

Harapan Pemprov ke Restiana dan 10 Lulusan Sekolah Pilot asal Papua Barat

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kamis, 28 Apr 2016 16:02 WIB
Harapan Pemprov ke Restiana dan 10 Lulusan Sekolah Pilot asal Papua Barat
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Banyuwangi - Restiana Zakina (19) adalah lulusan terbaik periode keempat Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3B) Banyuwangi. Gadis asal Papua Barat ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerahnya.

"Kami terima kasih kepada BP3B sudah boleh mendidik anak putra-putri daerah baru angkatan pertama. Memang banyak yang setelah dilakukan 11 yang diwisuda ini upaya memberikan motivasi kepada putra-putri, sekolah pilot tidak percuma ada manfaatnya," kata Asisten I Bidang Pemerintahan Pemerintah Daerah Papua Barat, Musa Kamudi, di BP3B, Blimbingsari, Banyuwangi, Kamis (28/4/2016).

Musa datang untuk mewakili Gubernur Lukas Enembe yang berhalangan hadir. Dia menuturkan mewakili pemda sebagai bentuk komitmen mendidik putra-putri daerah dan hadir untuk memotivasi mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu dia ingin menunjukkan adanya perhatian pemda ke lembaga tempat putra-putri daerahnya bersekolah. Resti adalah satu-satunya siswi yang dikirimkan oleh Pemda Papua Barat.

Musa mengungkapkan alasan pemda memberikan beasiswa bagi putra dan putri daerah untuk belajar di sekolah penerbangan. Alasannya adalah masalah infrastruktur dan kondisi geografis daerahnya membutuhkan transportasi udara.

"Kondisi real di kedua provinsi ada beberapa daerah yang mau tidak mau, suka tidak suka harus dengan transportasi udara. Sehingga atas dasar kebutuhan itu membutuhkan pilot yang diharapkan setelah pendidikan membantu kelancaran transportasi udara yang menghubungkan daerah-daerah terpencil. Ini sangat baik sekali," jelasnya.

Pemda pun menganggap beasiswa yang diberikan ke Resti adalah sebagai sebuah investasi. Musa berharap setelah lulus kementerian terkait mampu memfasilitasi Resti untuk berkarya.

"Ini baru peletakan dasar mereka dalam investasi SDM. Ini betul-betul siap bisa digunakan di berbagai perusahaan pendidikan lanjutan juga harus dilakukan," katanya.

"Kami harap di satu sisi agar sekolah penerbangan ini ada instansi terbaik dari Kemenhub menghimbau perusahaan di sana memanfaatkan tenaga yang ini. Karena terus terang kalau mereka menempuh pendidikan tapi tidak digunakan mubazir," sambungnya.

Foto: Aditya MD/detikcom

Musa menaruh harapan program beasiswa ini dapat berkelanjutan. Dia menjelaskan meski program UP4B (Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat telah dibubarkan, saat ini program itu berada dibawah di Kementerian Dalam Negeri.

"Kita sudah ada program untuk pengiriman putra dan putri di sekolah-sekolah di luar Papua. Maksudnya meningkatkan kompetisi mereka dan meningkatkan nasionalisme diantara mereka. Oleh karena itu leading sektor bukan Pemda tapi kementerian untuk bicara menyikapi ini. Sehingga anak-anak yang sudah dididik ini bisa dimanfaatkan mereka," bebernya.

Musa mengatakan pemda Papua Barat komitmen akan terus mendukung pendidikan putra-putri daerahnya. Untuk Resti sendiri dia menuturkan berusaha untuk tetap menyekolahkan hingga Resti mendapat lisensi terbang.

"Resti tadi sudah lapor bahwa untuk menambah jam terbang harus sekolah lagi. Supaya anak-anak tidak kecewa kita berupaya untuk memenuhi apa yang jadi keinginan mereka. Sudah barang tentu kita sesuaikan dengan keuangan daerah nanti secara bertahap kan di Papua banyak pesawat-pesawat kecil," jelasnya. (ams/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini