Indonesia Jalin Kerjasama Pendidikan dengan Ukraina

Indonesia Jalin Kerjasama Pendidikan dengan Ukraina

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Kamis, 28 Apr 2016 15:12 WIB
Indonesia Jalin Kerjasama Pendidikan dengan Ukraina
Foto: Prabowo Himawan
Kyiv - Dunia pendidikan Indonesia menjalin kerjsama pendidikan dengan pemerintah Ukraina. Keduanya sepakat melakukan kerjsama riset dan membuka program studi bahas Indonesia di Ukraina.

Dalam rilis dosen National University of Kyiv Taras Shevchenko, Prabowo Himawan, Kamis (28/4/2016) kepada detikcom, mengatakan terjalinnya kerjasama pendidikan antara Universitas Telkom dengan 2 universitas di Ukraina hal adalah yang sangat langka terjadi. Berikut penjelasan kerjasama tersebut:

Universitas Telkom Jalin Kerjasama dengan Universitas Top di Ukraina

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia kampus tidak lepas dari jejaring kerjasama internasional antar perguruan tinggi sebagai sumber penghasil ilmu. Apalagi kalau sumber ilmu itu berasal dari sebuah negara yang belum banyak dikenal di Indonesia, walaupun sebetulnya memiliki banyak keunggulan khusus dibandingkan dengan kebanyakan universitas Eropa Barat lainnya yang selalu diincar oleh universitas - universitas di Indonesia. Itulah langkah inovatif yang dilakukan oleh Universitas Telkom Bandung untuk menyikapi tantangan global pendidikan dengan menggandeng 2 universitas top di Ukraina, sebuah negara pecahan Uni Soviet.

Jalinan itu diresmikan dengan penandatanganan Agreement of Cooperation dengan National Aviation University (NAU) pada tanggal 26 April 2016 antara Rektornya, Prof. Dr. Volodymyr Kharchenko dengan Rektor Universitas Telkom, Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng, Ph.D yang pada saat itu diwakili utusannya, Direktur Pascasarjana Tel-U, Dade Nurjanah, Ph.D yang khusus datang ke Ukraina membawa naskah kesepakatan kerjasama sambil mengeksplorasi peluang-peluang kerjasama akademis lainnya. Pada acara penandatanganan dengan Rektor NAU itu, Dade Nurjanah ditemani oleh Florita Diana Sari, M.A., dosen Tel-U, dan disaksikan oleh Dubes RI, Niniek Kun Naryatie.

Sebelum penandatanganan, di tempat tersebut berlangsung pertemuan antara pihak NAU yang terdiri dari Rektor NAU, Prof. Dr. Volodymyr Kharchenko, Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Hubungan Internasional, Oleksandr Avdeyev, Ph.D, Kepala Bagian Kerjasama Internasional, Olga Shevchenko, Ph.D, Kepala Departemen Ilmu-Ilmu Budaya, Associate Professor, Dr. Iryna Burlakova, dengan pihak Universitas Telkom yang didampingi oleh Dubes RI dan Fungsi Pensosbud KBRI. Pertemuan membicarakan rencana realisasi kerjasama ke depannya untuk kemajuan dan pengembangan dunia ilmu kedua universitas. Dubes RI, Niniek Kun Naryatie, menyambut gembira langkah inovatif yang dilakukan oleh Tel-U menggandeng NAU yang telah memiliki tradisi riset teknologi informasi dan komputer yang tangguh namun belum banyak dikenal kalangan luas di Indonesia dan mengharapkan momentum ini sebagai langkah awal kran pembuka kerjasama pendidikan selanjutnya yang mendekatkan insan civitas academica kedua universitas.

NAU adalah universitas negeri yang tidak hanya mengkhususkan diri pada pendidikan penerbangan sipil, tetapi juga memiliki fakultas-fakultas teknik (komputer, IT, dll), Hubungan Internasional, Hukum, Ekonomi dan Ilmu-Ilmu Budaya. Didirikan pada tahun 1933, universitas ini telah memiliki tradisi riset yang tangguh di bidang teknologi penerbangan, radar, dan IT.

Tidak berhenti di situ, di hari berikutnya, 27 April 2016, jalinan kerjasama serupa juga berlangsung melalui penandatanganngan Nota Kesepahaman dengan Kyiv National University of Taras Shevchenko oleh Rektornya, Prof. Dr. Leonid Hubersky, dan disaksikan langsung oleh Dubes RI, Niniek Kun Naryatie. Rektor universitas yang saat itu didampingi oleh Wakilnya Bidang Hubungan Internasional, Prof. Dr. Petro Bekh, dan Kepala Bagian Kerjasama Internasional, Andriy Kravchenko, menyambut gembira atas terjalinnya kerjasama ini dan menyatakan kesiapannya merealisasikan proyek-proyek kerjasama akademis dengan Universitas Telkom.

Rektor juga menyampaikan terima kasihnya kepada Dubes RI, Niniek Kun Naryatie yang aktif menjembatani terjalinnya kerjasama antar universitas ini. Sebelumnya, berkat dukungan dan kerjasama aktif dengan KBRI, universitas ini telah berhasil membuka program studi baru Bahasa dan Sastra Indonesia pada tahun 2012, dan atas kerjasama dengan KBRI pula langkah ini diperkuat dengan pendirian Pusat Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia berbasis di Institut Filologi universitas ini pada tahun 2015.
KNU Taras Shevchenko, merupakan salah satu universitas negeri terkemuka di Ukraina, yang dikenal sebagai center of excellent di Eropa Timur. Bekerja sama dengan KBRI, universitas ini pada tahun 2012 telah membuka Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, dan pada tahun 2015 mendirikan Pusat Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia dan termasuk salah satu universitas penerima bantuan dari Kemristek dan DIKTI berupa pengiriman dosen bantuan pengajar bahasa Indonesia program SAME - BIPA (Scheme for Academic Mobility and Exchange - Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing).

Bentuk-bentuk kerjasama yang dapat direalisir antara Universitas Telkom dengan kedua universitas tersebut meliputi pertukaran informasi dan materi akademik, pertukaran jurnal akademik dan publikasi lainnya, penyelenggaraan konferensi bersama, riset bersama, pertukaran mahasiswa/dosen, dan bentuk pertukaran akademik lainnya yang disepakati oleh masing-masing pihak.



Penjalinan kerjasama antar universitas ini merupakan terobosan baru, karena untuk yang pertama kalinya dalam 24 tahun sejarah hubungan bilateral RI - Ukraina terdapat sebuah universitas di Indonesia yang melakukan penandatanganan kerjasama dengan universitas di Ukraina, yang pada akhirnya akan membuka peluang yang semakin lebar bagi kerjasama pendidikan kedua negara.

Sebagai langkah awal realisasi kerjasama dengan NAU, dalam waktu dekat akan dilakukan penyelenggaraan konferensi internasional bersama di Kyiv. Pihak NAU yang tahun depan akan membuka jurusan baru Bahasa-Bahasa Sastra Ketimuran, berencana akan memasukkan Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai salah satu program studinya.

KNU Taras Shevchenko akan mengirimkan salah seorang dosennya ke Universitas Telkom pada bulan Juni 2016, sebagai langkah awal realisasi kerjasama pertukaran dosen dan materi akademik selama 3 bulan. (tfq/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads