"Malam Kamis (KH Ali Mustafa) enggak bisa tidur, lalu dibawa ke RS Hermina dengan keluhan masuk angin, pusing kepalanya. Enggak lama dibawa pulang lagi," kata seorang santri senior, Ali Nurdin, di kompleks Pesantren Darus-Sunnah di Jalan SD Inpres, Pisangan Barat, Tengerang Selatan, Banten, Kamis (28/4/2016). Rumah duka almarhum juga terletak di kompleks pesantren yang didirikannya itu.
"Salat subuh masih normal, jemaah sama santri lain. Setelah selesai salat subuh, di tempat tidut beliau lemas rebahan, sakit serius juga tidak, mungkin kecapaian. Dibawa lagi ke rumah sakit. Sampai rumah sakit dokternya bilang sudah enggak ada," tutur Ali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pukul 08.00 WIB, jenazah dibawa ke rumah duka. Pukul 12.20 WIB, jenazah sudah selesai disalatkan dan menunggu untuk dikebumikan. Rencananya jenazah akan dimakamkan di lingkungan Pesantren Darus-Sunnah International Institute for Hadith Science (Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah).
Ali meninggal di usia 64 tahun. Ia dikenal sebagai ulama moderat dan pemandu para pemimpin dunia saat berkunjung ke Masjid Istiqlal, Jakarta. Fotonya saat memandu Presiden Obama dan First Lady dipajang di Gedung Putih.
(rna/nrl)











































