Jenazah Ali Mustafa Yaqub Dimakamkan di Lingkungan Pesantren Darus-Sunnah

Jenazah Ali Mustafa Yaqub Dimakamkan di Lingkungan Pesantren Darus-Sunnah

Khairul Imam Ghozali - detikNews
Kamis, 28 Apr 2016 10:39 WIB
Jenazah Ali Mustafa Yaqub Dimakamkan di Lingkungan Pesantren Darus-Sunnah
Foto: Khairul Imam Ghozali/Detikcom
Jakarta - Jenazah mantan Imam Masjid Istiqlal Ali Mustafa Yaqub akan dimakamkan selepas zuhur nanti. Jenazah akan dikebumikan di lingkungan Darus-Sunnah International Institute for Hadith Science (Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah).

"Rencananya akan dimakamkan setelah zuhur di kompleks pesantren Darus-Sunnah," ujar salah seorang almuni pesantren Darus-Sunnah, Fikri Habibullah, di rumah duka, Jalan SD Inpres, Pisangan Barat, Ciputat, Tengerang Selatan, Banten, Kamis (28/4/2016).

Pesantren Darus-Sunnah berdampingan dengan rumah pribadi Ali Mustafa. Almarhum merupakan pemimpin dan pendiri pesantren tersebut. Pesantren yang didirikan pada 1997 itu fokus pada pembelajaran Studi Hadis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehari-harinya, Ali Musfata tinggal bersama istrinya. Sanak keluarga lainnya berada di Batang, Jawa Tengah.

"Anaknya 1 orang sedang menuju ke sini dari Amerika Serikat," terangnya.

Pukul 10.30 WIB, jenazah Ali Mustafa dibawa ke masjid yang berada di dalam pesantren Darus Sunnah untuk disalatkan.

Ali Mustafa Yaqub wafat di usia 64 tahun karena sakit. Ali Mustafa dikenal sebagai ulama moderat dan pemandu para pemimpin dunia saat berkunjung ke Masjid Istiqlal, Jakarta.



Presiden Amerika Serikat Barrack Obama dan istrinya Michelle Obama pernah mendapatkan pelajaran singkat saat dipandu mengelilingi masjid terbesar di Asia Tenggara Ini. Selama 25 menit di Istiqlal, Obama dan Michelle diberi penjelasan soal fungsi besar masjid Istiqlal.

"Masjid yang menjadi simbol yang memberikan peran kepada Islam, mengatur, membimbing rakyat Indonesia yang jumlahnya jutaan," tulis Obama di buku tamu masjid Istiqlal pada November 2010.

Ali Mustafa mengarahkan Obama dan Michelle untuk menandatangai buku tamu itu. Selama memandu keduanya, Ali mengaku banyak berbincang dengan pimpinan negara adidaya tersebut, khususnya soal perdamaian di dunia dan harus dijalankan bersama-sama.

"Katanya, nggak mungkin dapat saya kerjakan sendiri pasti bantuan dari pihak-pihak lain untuk mengerjakannya juga," jelasnya. (tfq/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads