"Keinginan kita menyelesaikan secara baik dan utuh. Saya menghargai dan menghormati sifat gentleman dari Pak ARB, Beliau menunjukkan komitmen. Kalau kita lihat kepengurusan yang ada mengakomodasi pihak-pihak, baik yang di Ancol maupun yang di Bali, tapi karena sudah terjadi kesepakatan satu penyelesaian yang lebih kompleks melalui Munaslub maka dibuatlah kesepakatan," ujar Laoly kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/4/2016).
Menkum HAM memang sudah menerbitkan SK kepengurusan Munas Bali dengan mengakomodir sejumlah nama dari Kepengurusan Munas Ancol. SK ini akan jadi dasar penyelenggaraan Munaslub untuk pemilihan ketum baru Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Munaslub rencananya digelar pada 23 Mei mendatang. Laoly berharap kepengurusan Golkar kembali utuh usai Munaslub.
"Saya tidak mau campuri urusan internal. Ini para peserta Munas sudah ada calon persiapan, terserah itu sudah dapurnya mekanisme internal Golkar sendiri, itu bukan domain kita," kata dia.
(fdn/fdn)











































