Malang Sediakan 100 Anjungan Air Kran Siap Minum di Taman hingga Terminal

Muhammad Aminudin - detikNews
Rabu, 27 Apr 2016 18:51 WIB
Foto: M Aminudin/detikcom
Malang - Bagi warga Kota Malang sudah bisa memanfaatkan air bersih siap minum. Sudah ada 37 anjungan tersedia di berbagai tempat, seperti taman, mal, sekolah, terminal, dan sejumlah fasilitas umum lainnya.

Tahun ini ditargetkan seratus anjungan air siap minum akan tersedia, sesuai program Wali Kota Moch Anton meningkatkan pelayanan PDAM Kota Malang. "Tahun ini akan ditambah anjungan air minum lagi. Targetnya seratus anjungan, sekarang baru 37," ungkap Direktur Teknik PDAM Kota Malang Teguh Cahyono kepada detikcom, Kamis (27/4/2016).

Teguh mengungkapkan, pelayanan air bersih siap minum masuk dalam program Zona Air Minum Prima atau dikenal ZAMP, yang sudah bisa dinikmati 85 persen dari total pelanggan PDAM sebanyak 148 ribu pelanggan.

"Tahun ini juga kita targetkan seratus persen pelanggan bisa langsung mendapatkan pasokan air siap minum. Penataan insfratruktur sudah dilakukan dengan merevitalisasi sistem pipa untuk menjaga tekanan pasokan air," ujar Teguh.

Foto: M Aminudin/detikcom

Ditambahkan, pengembangan jaringan juga difokuskan terhadap daerah-daerah belum terjangkau, menjadi target PDAM Kota Malang kedepan.

Saat ini, lanjut Teguh, kebutuhan air untuk pelanggan sudah menyentuh kurang lebih 2,8 juta meter kubik dalam satu bulan. Tidak tertinggal, PDAM juga memberikan subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk pasang baru.

"Ada subsidi pasang baru bagi MBR sebesar Rp 600 ribu. Kedepan kami juga meningkatkan pelayanan dengan mengembangkan jaringan bagi daerah yang belum terjangkau," tambahnya.

Foto: M Aminudin/detikcom

Menurut dia, keberhasilan penataan ZAMP tidak lain, adalah hasil peningkatan insfratruktur jaringan. Dimana, upaya tersebut dengan menjaga tekanan air. "Tekanan air tersebut penting untuk menjaga kualitas air karena kemungkinan ada rembesan air di luar sumber PDAM masih mungkin terjadi. Rembesan air di luar sumber itulah yang dikhawatirkan membawa bakteri ekoli," tuturnya.

Untuk merealisasikan 100 persen terjangkau ZAMP, PDAM setempat menambah pemasangan pipa sepanjang 60 kilometer dengan nilai investasi sebesar Rp100 miliar. Dana tersebut seluruhnya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Sementara dari sisi ketersediaan tandon air, sudah mencukupi untuk mendukung program 100 persen layanan air siap minum. Tandon yang dimiliki PDAM sebanyak 12 unit dan mampu menampung air sebanyak 27.000 m3. Pada 2017 ada tambahan 12 unit tandon baru yang membutuhkan investasi Rp 75 miliar.

Foto: M Aminudin/detikcom

Zona Air Minum Prima dikenal dengan ZAMP meraih apresiasi luar biasa dari dunia internasional. Hingga mendapatkan penghargaan 'Global Water Award' di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab beberapa waktu lalu.

Wali Kota Anton mengaku, ZAMP merupakan projet dari program 100-0-100, dimana ditargetkan 100 persen akses air minum, nol persen kawasan kumuh perkotaan, dan 100 persen akses sanitasi."Ini luar biasa, dimana pengelolaan air minum kita dapat pengakuan dunia internasional," ungkap Anton terpisah.

Anton menjelaskan, ZAMP merupakan program ketersediaan air siap minum bagi masyarakat, ditambah kesehatan manajemen PDAM dan komitmen pelayanan air bersih secara merata memberi poin plus.

Hasil penilaian itu menempatkan PDAM Kota Malang mewakili Indonesia dalam ajang internasional tersebut. "Ini membuktikan juga layanan air bersih di Kota Malang cukup baik, dan menjadi salah satu bukti pembangunan di Kota Malang on the track," katanya.

Foto: M Aminudin/detikcom

"Kota Malang sebagai salah satu pilot project dalam program 100-0-100 , khususnya terkait 100 persen penyediaan air bersih, maka PDAM Kota Malang telah berupaya meningkatkan pelayanannya serta menjalankan berbagai kebijakan untuk mewujudkan program tersebut," tambah politisi dari PKB ini. (fat/trw)