Melani yang akan bebas bersyarat pada 2 Mei 2016 mendatang itu sedang menjalani proses Tamping (napi yang dipekerjakan oleh petugas lapas). Kebetulan ia sedang tamping dengan Kalapas Wanita Sukamiskin.
"Dia kan tamping saya, kemarin (Selasa) itu saya bawalah dia ke rumah (dinas) untuk melakukan satu pekerjaan. Itu sekitar pukul 18.00 WIB atau pukul 17.00 sore," ujar Surta kepada wartawan di Lapas Wanita Sukamiskin, Jalan Pacuan Kuda Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (27/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, dia itu ada di depan saya. Dekat. Kemudian pukul 18.00 WIB lewat gitu, kan saya lagi BBM-an, dia enggak ada. Padahal di depan saya loh, tiba-tiba enggak ada. Gimana coba," ujarnya.
Melani (foto repro) |
Menurut Surta, Melani sudah dua kali bekerja di rumah dinasnya. Selama ini, Melani tidak pernah macam-macam.
"Posisinya di dalam rumah, belakang tembok lapas ini kan rumah dinas saya. Pintu memang terbuka. Tapi biasanya enggak apa-apa. Saya sudah dua kali membawanya ke rumah," tuturnya.
Menyadari napi tampingnya kabur, Surta kemudian keluar rumahnya dan kemudian menginstruksikan petugas lapas untuk mencari Melani.
"Saya sadar setelah 10 menit. Itu saya langsung lari keluar teriak-teriak. Cari di daerah sini ke mana-mana," jelasnya. (mad/mad)











































Melani (foto repro)