Waka MA Soal Ribuan Dolar di Rumah Sekretaris: Nurhadi Tak Mengurus Perkara

Waka MA Soal Ribuan Dolar di Rumah Sekretaris: Nurhadi Tak Mengurus Perkara

Rini Friastuti - detikNews
Rabu, 27 Apr 2016 13:09 WIB
Waka MA Soal Ribuan Dolar di Rumah Sekretaris: Nurhadi Tak Mengurus Perkara
Wakil Ketua MA hakim agung Syarifuddin (ari/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Syarifuddin bisa tertawa lepas saat membicarakan reformasi birokrasi MA di Gedung Ombusdman Republik Indonesia (ORI). Tetapi saat ditanya soal status Sekretaris MA Nurhadi, Syarifuddin langsung berbicara pelan.

Hakim agung Syarifuddin datang ke ORI untuk mendengarkan paparan hasil pantauan ORI tentang peradilan serta hasil kajian ORI tentang kinerja pengadilan-pengadilan di Jabodetabek. Terhadap kajian ini, Syarifuddin bisa memberi tanggapan dengan lancar dan sesekali membuat gurauan yang disambut tawa orang yang hadir. Tapi saat ditanya status Nurhadi, Syarifuddin langsung bicara pelan dan hati-hati.

"Kita kan sudah bentuk tim pemeriksaan dari Bawas. Kita akan lakukan pemeriksaan menyeluruh," kata Syarifuddin di gedung ORI, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (27/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rumah Nurhadi digeledah KPK karena penyidik mencium jejak Nurhadi dalam kasus suap yang dilakukan panitera PN Jakpus Edy Nasution yang kini berstatus tersangka. Dari penggeledahan itu, KPK menyita ribuan dolar AS yang hingga kini masih diselidiki asal-usulnya.

"Kan kalau kita lihat ini memang tidak ada hubungannya, itu kan masalah perkara di PN Jakpus. Sementara Pak Nurhadi itu kan sekretariat, dia tidak mengurus perkara," cetus Syarifuddin.
Sekretaris MA Nurhadi (ari/detikcom)
Pernyataan di atas bertentangan dengan keyakinan KPK yang meyakini uang tersebut terkait perkara.

"Itu masih diselidiki, di penyidikan saya tidak bisa mengungkapkan apa perannya Nurhadi.Β  Siapa itu Pak Edy Nasution dan kaitannya dengan Pak Nurhadi masih terus didalami," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

Dalam pengembangan kasus, KPK melakukan penelusuran asal muasal duit atau follow the money sehingga bisa diketahui peran-peran pihak yang bersangkutan.

"Semuanya akan kita kembangkan ke sana kan tapi uangnya apakah ada hubungannya antara uang yang diterima Edy itu dengan uang yang diterima di rumahnya Pak Nurhadi terus kita kembangkan," ujar Alex. (asp/nrl)


Berita Terkait