"Sudah kita serahkan ke Imigrasi untuk proses selanjutnya," ujar Danlanud Halim Kolonel Pnb Sri Mulyo Handoko, saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (27/4/2016).
5 Pekerja yang diserahkan ke imigrasi itu adalah para WNA asal China. Sedangkan 2 pekerja WNI sudah dipulangkan dari pihak TNI. Para pekerja asing itu juga diminta kelengkapan dokumennya jika masih mau bekerja di kawasan Lanud Halim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri juga meminta operator proyek kereta cepat untuk memperhatikan para pekerjanya terutama pekerja asing. Dia juga meminta operator proyek untuk membekali para pekerja asingnya dengan security clearance.
"Jadi mereka ini yang mau kerja di dekat-dekat daerah militer harus punya security clearance untuk bisa masuk ke daerah-daerah terlarang seperti daerah militer. Itu memang sudah protap di setiap negara," ujar Sri.
Berikut 4 identitas WN China yang ditangkap oleh TNI AU:
1.Guo Lin Zhong, kelahiran Hunan, 5 Oktober 1989
Pekerjaan: Tukang Bor dan Administrasi
2. Wang Jun, kelahiran Nanhz, 11 September 1987
Pekerjaan: Administrasi dan Peneliti
3. Zhu Huafeng, kelahiran China, 10 Desember 1968
Pekerjaan: Teknisi Mesin
4. Cheng Qianwu, kelahiran, Hubei, 13 Oktiber 1967
Pekerjaan: Teknisi Mesin
Sedangkan identitas orang kelima masih belum diketahui.
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia-China. Stasiun keberangkatan awal untuk kereta tersebut direncanakan akan dibangun dari Halim. Namun pihak TNI AU sudah lama menolak karena khawatir mengganggu pangkalan militer tersebut.
Dikonfirmasi soal penangkapan ini, Dirut PT Kereta Cepat Indonesia-China, Hanggoro Budi Wiryawan, belum bisa memberikan jawaban pasti.
"Saya nggak tahu. Setahu saya, orang China yang ada di saya tidak ada yang masuk Halim. mungkin orang lain. Sementara masih saya telusuri," ucap Budi saat dikonfirmasi terpisah.
(rvk/dra)











































