Berkaca dari Pilgub DKI tahun 2012, PDIP menentukan cagub DKI di last minutes. Saat ini PDIP mendorong kepala daerah berprestasi yakni Wali Kota Solo Joko Widodo yang meneruskan fenomenanya sampai kursi RI 1.
Seolah meneruskan tradisi, menjelang Pilgub DKI 2017 juga mulai muncul sejumlah kepala daerah berprestasi yang moncer di tingkat nasional. Yang cukup moncer dari internal PDIP adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut Risma bisa jadi harapan warga DKI, spekulasi PDIP bakal mengusung Risma di 'tikungan terakhir' pun mengemuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Last minutes itu kan politik momentum juga. Bagaimana itu injury time baru diputuskan calon itu. Nah, itu seperti Pilkada 2012, ya bisa saja seperti itu," ujar Komarudin di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/4/2016).
Dia mengatakan di Pilkada DKI 2012, Jokowi tanpa ikut tes penjaringan kader. Mantan Wali kota Solo itu ditugaskan langsung oleh DPP PDIP untuk maju menuju calon Gubernur DKI.
"Contoh seperti Pak Jokowi yang tidak lewat proses. Itu lewat penugasan. Karena Ibu Ketua Umum Megawati punya hak prerogatif untuk melihat dan memutuskan," ujar Komarudin.
Lalu apakah Megawati akan melepas tiket maju Pilgub DKI untuk Tri Rismaharini? Yang jelas Risma yang dilantik sebagai Wali Kota Surabaya pada 17 Februari 2016 ini tak pernah berambisi maju Pilgub DKI. Berulangkali bahkan dia menolak dikaitkan dengan Pilgub DKI. Namun demikian siapa bisa menolak perintah Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri?
(van/nrl)










































