Polisi Cek Sidik Jari Mayat Wanita di Ciliwung, Hasilnya Temukan Orang yang Masih Hidup

Polisi Cek Sidik Jari Mayat Wanita di Ciliwung, Hasilnya Temukan Orang yang Masih Hidup

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 27 Apr 2016 11:01 WIB
Polisi Cek Sidik Jari Mayat Wanita di Ciliwung, Hasilnya Temukan Orang yang Masih Hidup
Ilustrasi (Foto: Rachman Haryanto-detikcom)
Jakarta - Polisi mengidentifikasi mayat wanita yang ditemukan di Sungai Ciliwung, Sukmajaya, Depok. Polisi melakukan pencocokan sidik jari dengan data demografi e-KTP.

"Dari hasil pengecekan sidik jari oleh Inafis Polres Depok dicocokkan dengan (data) demografi dari server e-KTP ditemukan ada dua identitas. Identitas tersebut sudah dicek dan ternyata masih hidup," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan kepada detikcom, Rabu (37/4/2016).

Dari hasil pengecekan sidik jari tersebut keluar 2 identitas bernama Suharyati dengan 2 Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Cimanggis, Depok dan di Bandung, Jawa Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Identitas pertama dengan NIK: 3276025808680013, atas nama Suharyati (perempuan)Β  beralamat di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.

Identitas kedua yaitu perempuan bernama Suharyati dengan NIK: 3273145310820004, beralamat di Kelurahan Sukapada, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.

"Sampai saat ini kami masih mengumpulkan informasi dan mencari keterangan saksi-saksi untuk mengetahui identitas korban," lanjut Herry.

Sementara itu Kanit V Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Buddy Towoliu menjelaskan tim Inafis Polres Depok mencocokan sidik jari secara manual dengan e-KTP.

"Seharusnya untuk mayat pencocokan sidik jari dengan alat Mambis di Inafis Polri. Itu dicocokan dari Polres ternyata ketemu satu di Depok bernama Suharyati dan sudah didatangi masih hidup. Yang satu lagi dicocokan dengan e-KTP nasional sudah kita datangi ke Bandung dan ternyata masih hidup. Jadi dari dua identitas dua ini, dua-duanya masih hidup," sambungnya.

Identitas korban dalam kasus penemuan mayat yang diduga sebagai korban pembunhhan adalah hal yang utama yang menjadi dasar polisi dalam melakukan penyelidikan untuk mengetahui tindak pidana terhadap korban..

Setelah diketahui identitas mayat tersebut, polisi bisa mulai menggali keterangan orang-orang terdekat korban dan keluarga untuk melakukan profiling korban. Setelah profiling korban, polisi bisa melanjutkan penyelidikan ke arah dugaan siapa pelaku pembunuhan dan apa motifnya.

Mayat wanita itu ditemukan telanjang di Sungai Ciliwung, Sukmajaya, Depok tanggal 8 April lalu. Pada wajah korban terdapat memar, luka terbuka pada bibir dan gusi.

Hasil autopsi menyatakan penyebab kematian korban akibat kekerasan benda tumpul pada bagian mulut korban sehingga mengakibatkan korban kehabisan nafas.

Tim dokter forensik tidak menemukan adanya benda asing dalam air (diatom) yang masuk ke dalam paru-paru korban yang menguatkan dugaan korban tewas dibunuh lalu dibuang ke dalam sungai.

(mei/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads