"SK kepengurusan rekonsilasi Munas Bali sudah keluar. Besok Kamis DPP Golkat akan adakan rapat pleno persiapan munaslub. Termasuk pembahasan soal persyaratan pencalonan ketua umum dll," kata Bendahara Umum Golkar yang juga tim sukses Ade Komarudin jadi caketum Golkar, Bambang Soesatyo, dalam pesan singkat kepada wartawan, Rabu (27/4/2016).
Bambang lantas bicara soal persyaratan caketum Golkar. Syarat tersebut terdengar sederhana namun sebenarnya sangat penting bagi masa depan Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di antara persyaratan itu ada yang rawan diperdebatkan yakni soal tercela. Lalu apa tolok ukur caketum Golkar dikatakan tercela?
"Tolok ukurnya mudah. Bisa dengan ketetapan hukum atau opini publik," jawab Bambang tanpa mau menyinggung apakah ada caketum Golkar yang tercela.
Lebih dari itu Ketua Komisi III DPR ini mengkritisi rencana komite etik munaslub melibatkan KPK dan BIN. "Menurut saya ini juga berlebihan. Kenapa tidak sekalian saja melibatkan Densus 88 Anti Teror dan BNN. Siapa tahu ada caketum yang menjadi jejaring teroris dan bandar narkoba," kata Bambang.
(van/nrl)











































