"Sementara ini sudah ada 3 nama yang dilaporkan DPD, sementara ini 3 nama tersebut yang diangap kredibel. Tadinya kan banyak sekali, kemudian kita evaluasi internal, kita evaluasi untuk popularitas, kapabilitas, aksebilitas masyarakat dan elektabilitas," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Puyono ketika dihubungi detikcom, Selasa (26/4/2016).
Awalnya, nama-nama yang ada di penjaringan cagub DKI Partai Gerindra di antaranya Ketua DPD DKI Gerindra M Taufik, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Ketua Komisi D DPRD DKI Muhammad Sanusi, mantan Pangdam Jaya yang juga mantan Wamenhan Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, anggota Dewan Pembina Gerindra Sandiaga S Uno, anggota DPR Biem Benyamin, dan Sekda Provinsi DKI Saefullah. Gerindra akhirnya menyaringnya.
Gerindra, menurut Arief, masih memungkinkan untuk memunculkan nama-nama baru dalam pilgub DKI. Dia menyebut keputusan dari pihak koalisi juga menjadi satu pertimbangan Gerindra.
"Gerindra tidak bisa sendiri mencalonkan gubernur, ini masih bisa berubah. Kalau partai koalisi kita tidak mau, Gerindra harus punya strategi lain. Masih memungkinkan nama lain muncul," urai Arief.
Arief mengatakan, ketiga nama yang telah dikerucutkan tersebut selanjutnya akan disodorkan kepada Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Akhirnya, Prabowo yang akan menentukan satu nama yang pasti akan dimajukan menjadi calon Gubernur di DKI Jakarta.
"Akan kita masukkan ke Pak Prabowo karena penilaian akhir dan penentu akhir adalah pak Prabowo. Tapi menurut saya 3 orang ini sudah cukup qualified," kata Arief.
"Gerindra itu kan, dari 9 pemilihan gubernur, Gerindra menang 7. Artinya pak Prabowo pilihannya jitu, dia punya insting untuk menentukan siapa yang akan menang," imbuh dia. (imk/imk)











































