Abu Sayyaf Eksekusi Mati WN Kanada, JK: Waspada, Jangan Sampai Indonesia Begitu

Abu Sayyaf Eksekusi Mati WN Kanada, JK: Waspada, Jangan Sampai Indonesia Begitu

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Selasa, 26 Apr 2016 11:46 WIB
Abu Sayyaf Eksekusi Mati WN Kanada, JK: Waspada, Jangan Sampai Indonesia Begitu
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta koordinasi dengan otoritas Filipina ditingkatkan terkait 14 orang WNI yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf. JK ingin memastikan kondisi WNI pasca eksekusi mati warga Kanada, John Ridsel oleh kelompok Abu Sayyaf karena permintaan uang tebusan tidak dipenuhi hingga tenggat waktu berakhir.

"Ya waspada jangan terjadi di Indonesia begitu," ujar JK usai meresmikan peluncuran i-Otda Kemendagri di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (26/4/2016).

JK atas nama pemerintah RI menyampaikan belasungkawa atas eksekusi terhadap John yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(Baca juga: Uang Tebusan Tak Dipenuhi, Kelompok Abu Sayyaf Eksekusi Mati WN Kanada)

"Ya tentu kita turut bersedih itu karena akan ada yang di Filipina itu kan. Tentu harus kita waspada juga," imbuhnya.

Hingga saat ini, pemerintah Indonesia masih terus melakukan negosiasi dengan kelompok Abu Sayyaf.

"Kita masih omong (masih negosiasi)," kata Luhut, Senin (25/4).

Ada dua penyanderaan terpisah yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf. Pertama,kelompok ini membajak kapal tug boat Brahma 12 yang menarik kapal tongkang Anand 12 yang berisi 7.000 ton batubara. Tugboat dilepaskan tetapi kapal Anand 12 dan 10 WNI disandera.

Sedangkan pembajakan kapal kedua terjadi di perairan sebelah selatan Filipina saat kapal dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina menuju ke Tarakan. Dua kapal yang diserang yaitu Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi.

Di dalam kapal tersebut ada 10 WNI. Saat kejadian, 1 orang ABK tertembak, 5 orang selamat dan 4 orang diculik. (fiq/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads