"Ya waspada jangan terjadi di Indonesia begitu," ujar JK usai meresmikan peluncuran i-Otda Kemendagri di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (26/4/2016).
JK atas nama pemerintah RI menyampaikan belasungkawa atas eksekusi terhadap John yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya tentu kita turut bersedih itu karena akan ada yang di Filipina itu kan. Tentu harus kita waspada juga," imbuhnya.
Hingga saat ini, pemerintah Indonesia masih terus melakukan negosiasi dengan kelompok Abu Sayyaf.
"Kita masih omong (masih negosiasi)," kata Luhut, Senin (25/4).
Ada dua penyanderaan terpisah yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf. Pertama,kelompok ini membajak kapal tug boat Brahma 12 yang menarik kapal tongkang Anand 12 yang berisi 7.000 ton batubara. Tugboat dilepaskan tetapi kapal Anand 12 dan 10 WNI disandera.
Sedangkan pembajakan kapal kedua terjadi di perairan sebelah selatan Filipina saat kapal dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina menuju ke Tarakan. Dua kapal yang diserang yaitu Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi.
Di dalam kapal tersebut ada 10 WNI. Saat kejadian, 1 orang ABK tertembak, 5 orang selamat dan 4 orang diculik. (fiq/fdn)











































