Gagal Dobrak Gedung Agung, Mahasiswa Yogya Nyaris Bentrok

Gagal Dobrak Gedung Agung, Mahasiswa Yogya Nyaris Bentrok

- detikNews
Kamis, 17 Mar 2005 17:37 WIB
Yogyakarta - Ratusan mahasiswa yang tergabung Aliansi Masyarakat Jogjakarta (AMJ) kembali menggelar demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Massa gagal mendobrak pintu gerbang Istana Negara Gedung Agung Yogyakarta dan nyaris terjadi bentrokan dengan aparat kepolisian.Aksi AMJ yang digelar hari Kamis (17/3/2005) sore itu diikuti berbagai elemen di antaranya BEM UGM, BEM UNY, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY, KAMMI DIY, BEM UPN, Forum LSM DIY, FMN DIY, dan HMI MPO. Beberapa poster yang dibawa di antaranya bertuliskan "batalkan kenaikan BBM atau SBY-JK turun, DPR-SBY = koalisi penindas rakyat, DPR harus tolak kenaikan BBM."Aksi yang dimulai pada pukul 14.00 WIB diawali dari Bunderan Kampus UGM menuju Gedung Agung di Jl Ahmad Yani dengan menggunakan tiga buah bis kota, dua mobil pick up dan puluhan sepeda motor. Sebeulm tiba di Gedung Agung, massa sempat melaksanan salat ashar berjamaah di masjid yang ada di kompleks DPRD DIY di Malioboro. Setelah salat, massa sempat menggelar orasi di halaman gedung DPRD.Koordinaor aksi AMJ, Adi Prianto dalam orasinya mengatakan, setelah menaikkan harga BBM, pemerintahan SBY-JK sudah tak layak dipertahankan sehingga harus segera diturunkan dan kenaikan harga BBM harus dibatalkan. Selain itu, SBY juga gagal memberantas korupsi seperti yang pernah dijanjikan saat kampanye lalu dan sudah ida berpihak kepada rakyat."Bila dalam tempo yang sesingkat-singkatnya SBY tidak membatalkan dan mencabut kenaikan haga BBM, mahasiswa akan terus melawan dan turun ke jalan," ancam Adi.Setelah itu, massa melanjutkan longmarch melewati kawasan Malioboro menuju Gedung Agung. Sekitar pukul 15.30 WIB, rombongan tiba di depan Gedun Agung. Namun sekitar tiga peleton aparat Poltabes Yogyakarta yang telah menghadangnya lebih dulu. Massa akhirnya hanya bisa menggelar orasi dan membentuk barisan melingkar sekitar tiga meter di depan pintu gerbang. Sedangkan aparat menjaga dengan ketat dengan lima lapis barisan.Meski dijaga ketat barisan aparat berlapis-lapis, tidak menyurutkan nyali mahasiswa untuk mendobrak pintu gerbang. Sebelum terjadi aksi dorong-dorongan dengan aparat, mahasiswa sempat mempelesetkan sebuah lagu "Judul-Judulan" yang dinyanyikan oleh Johny Iskandar. Lagu itu dipelesetkan "Pak, ayo Pak kita main dorong-dorongan.... dst."Setelah beberapa lama lagu itu disuarakan pendemo, terjadilah aksi dorong-dorongan antara mahasiswa dengan aparat. Mahasiswa sempat terdorong ke belakang beberapa meter sehingga banyak sandal jepit milik mahasiswa yang putus dan tertinggal di barisan aparat. Aksi dorong-dorongan itu akhirnya berhasil diredakan oleh Kapoltabes Yogyakarta Kombes Condro Kirono yang ikut turun langsung menenangkan massa. (nrl/)


Berita Terkait