Alasan Priyo Maju Caketum: Dukungan Kader Hingga Ingin Besarkan Golkar

Alasan Priyo Maju Caketum: Dukungan Kader Hingga Ingin Besarkan Golkar

Bisma Alief - detikNews
Senin, 25 Apr 2016 18:47 WIB
Alasan Priyo Maju Caketum: Dukungan Kader Hingga Ingin Besarkan Golkar
Foto: Priyo dalam diskusi (Bisma Alief/detikcom)
Jakarta - Priyo Budi Santoso telah mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum Partai Golkar pada Kamis (14/4) lalu. Priyo menyebut beberapa alasan dia ingin menjadi ketua umum Golkar. Apa saja?

Pertama, Priyo menyebut karena adanya dukungan deras dari kader daerah yang menginginkan dirinya maju menjadi ketua umum Golkar.

"Alasan kedua, saya berani maju adalah karena Golkar adalah partai yang hebat. Dari 10 kali mengikuti Pemilu, Golkar menang 7 kali dan 3 kali juara kedua. Maka fakta tadi tak terbantahkan bahwa Golkar adalah partai hebat," ujar Priyo dalam acara 'Diskusi Politik: Babak Baru Partai Polisi di Indonesia' di Kantor Jenggala, Jalan Ciasem 1 Jaksel, Senin (25/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Wakil Ketua DPR RI itu menyebut kejayaan Golkar terjadi saat Orde Baru. Namun kemenangan dan kebesaran Golkar saat Orde Baru berasal dari ABRI, birokrat dan Golkar. Saat ini militer dan birokrat tidak boleh berpolitik.

Maka menurut Priyo, tidak ada yang bisa memprediksi partai mana yang akan memenangkan pemilu. Oleh sebab itu, Priyo menawarkan sebuah lompatan besar dalam tubuh Golkar bila dirinya terpilih menjadi ketua umum.

"Golkar harus menerobos pakem-pakem tradisional lewat sebuah lompatan besar. Ini satu-satunya cara Golkar agar kembali dicintai rakyat dan menjadi pemenang pemilu. Lompatan besar yang saya maksud adalah berpikir out of the box," katanya.

Alasan ketiga, Priyo maju menjadi calon ketua umum adalah tren yang menunjukan menurunnya perolehan kursi Golkar di DPR dalam setiap pemilu di era demokrasi. Padahal saat Orde Baru berkuasa perolehan kursi selalu stagnan.

"Saat Orde Baru suara Golkar flat. Namun setelah demokrasi menunjukan tren menurun di angka kursi legislatif. Awalnya 128 kursi, lalu 108 kursi dan kemarin pemilu 2014 hanya 91 kursi," tutupnya

Baca juga: Priyo Tawarkan Tujuh Program Bangkitkan Golkar

(miq/miq)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini