Pertama, Priyo menyebut karena adanya dukungan deras dari kader daerah yang menginginkan dirinya maju menjadi ketua umum Golkar.
"Alasan kedua, saya berani maju adalah karena Golkar adalah partai yang hebat. Dari 10 kali mengikuti Pemilu, Golkar menang 7 kali dan 3 kali juara kedua. Maka fakta tadi tak terbantahkan bahwa Golkar adalah partai hebat," ujar Priyo dalam acara 'Diskusi Politik: Babak Baru Partai Polisi di Indonesia' di Kantor Jenggala, Jalan Ciasem 1 Jaksel, Senin (25/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka menurut Priyo, tidak ada yang bisa memprediksi partai mana yang akan memenangkan pemilu. Oleh sebab itu, Priyo menawarkan sebuah lompatan besar dalam tubuh Golkar bila dirinya terpilih menjadi ketua umum.
"Golkar harus menerobos pakem-pakem tradisional lewat sebuah lompatan besar. Ini satu-satunya cara Golkar agar kembali dicintai rakyat dan menjadi pemenang pemilu. Lompatan besar yang saya maksud adalah berpikir out of the box," katanya.
Alasan ketiga, Priyo maju menjadi calon ketua umum adalah tren yang menunjukan menurunnya perolehan kursi Golkar di DPR dalam setiap pemilu di era demokrasi. Padahal saat Orde Baru berkuasa perolehan kursi selalu stagnan.
"Saat Orde Baru suara Golkar flat. Namun setelah demokrasi menunjukan tren menurun di angka kursi legislatif. Awalnya 128 kursi, lalu 108 kursi dan kemarin pemilu 2014 hanya 91 kursi," tutupnya
Baca juga: Priyo Tawarkan Tujuh Program Bangkitkan Golkar
(miq/miq)










































