Dialog dengan 3 Calon Ketum PAN Sempat Ricuh
Kamis, 17 Mar 2005 17:28 WIB
Jakarta - Dialog publik yang menghadirkan tiga calon ketua umum PAN sempat ricuh. Seorang peserta sempat menjelek-jelekkan salah seorang calon ketum PAN Moeslim Abdurrahman. Pendukung Moeslim protes. Sang peserta itu akhirnya diusir dari ruangan. Dialog publik dengan tema Masa Depan Politik Muhammadiyah yang digelar oleh DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu digelar di gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2005). Hadir dalam dialog ini, Moeslim Abdurrahman dan dua calon ketua umum PAN lainnya, Fuad Bawazier dan Didik J Rachbini. Pengamat politik Fachry Ali juga dihadirkan sebagai pembahas. Dialog sebelumnya berjalan aman dan tenang. Namun, saat sesi tanya jawab sekitar pukul 14.30 WIB, dialog itu sempat berubah tegang. Kejadian bermula saat seorang peserta menanyakan kredibilitas Moeslim Abdurrahman. Laki-laki paruh baya ini menyatakan, selama ini Moeslim memimpin lembaga tani dan nelayan PP Muhammadiyah. "Tapi, organisasi itu tidak berjalan dan dibubarkan. Bagaimana seorang pemimpin yang memimpin organisasi kecil itu saja bisa maju untuk menjadi calon ketua umum PAN masa depan. Ini tidak mungkin dan perlu dipertanyakan," ungkap dia. Namun peserta itu belum selesai bicara, salah seorang yang mengenakan kaos bergambar Moeslim Abdurrahman dengan lingkaran Matahari biru langsung memotong dan menunjuk-nunjuk ke arah penanya itu. Sang pendukung Moeslim sambil mengacungkan gelas memaki penanya itu dan memintanya untuk berhenti bertanya. Keributan itu sempat diredakan. Dan saat forum dialog dilanjutkan, lelaki penanya tersebut meminta maaf kepada pemuda pendukung Moeslim itu. Namun, pemuda pendukung Moeslim tidak menerima maafnya. Akhirnya, para pendukung Moeslim lainnya mengajak si penanya itu keluar ruangan. Namun, si penanya itu tidak mau karena khawatir terjadi apa-apa. Lantas dia pun menuju ke arah Moeslim yang saat itu di podium. Si penanya itu merengek-rengek meminta maaf kepada Moeslim. Tapi, sikap penanya itu menimbulkan reaksi bagi para peserta lain. Peserta meneriakkan agar orang tersebut keluar dari ruangan. "Usir, usir," kata beberapa peserta. Akhirnya si penanya itu pun keluar ruangan. Suasana yang sempat memanas ini membuat dialog sempat terhenti sebentar. Namun, setelah itu dialog dilanjutkan kembali.
(asy/)











































