Informasi dihimpun detikcom, semburan lumpur setinggi 15 meter itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, Senin (25/4/2016). Saat itu, penggali sumur bor, Jafar sedang menggali sedalam 20 meter untuk mendapatkan air bersih. Tak lama berselang, tiba-tiba muncul semburan lumpur berbau gas.
Pemilik rumah melaporkan peristiwa tersebut ke kepala desa dan diteruskan ke pihak berwenang. Pihak Muspika beserta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara kemudian datang ke lokasi. Aparat kepolisian telah menutup lokasi semburan gas beberapa saat setelah peristiwa itu terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tadi sudah minta pihak PHE (Pertamina Hulu Energi) untuk menindak lanjuti peristiwa tersebut," kata Nadir kepada detikcom.
Nadir mengaku belum mengetahui perkembangan di lokasi semburan lumpur. Sementara Camat Lhoksukon Saifuddin saat dihubungi detikcom, nomor handphonenya sedang tidak dapat aktif.
(trw/trw)











































