Priyo Tawarkan Tujuh Program Bangkitkan Golkar

Jelang Munaslub Golkar

Priyo Tawarkan Tujuh Program Bangkitkan Golkar

Bisma Alief - detikNews
Senin, 25 Apr 2016 17:50 WIB
Priyo Tawarkan Tujuh Program Bangkitkan Golkar
Foto: Bisma Alief
Jakarta - Waketum Golkar Priyo Budi Santoso telah mendeklarasikan diri sebagai caketum Golkar di Munaslub mendatang. Priyo menawarkan tujuh program penting jika terpilih jadi ketum Golkar, apa saja?

"Yang pertama saya akan membangun kembali jalur ABG. Yang saya bangun keluarganya, bukan ABRI dan birokratnya. Akan ada purnawirawan yang saya ajak membangun partai. Dari polisi, guru, PNS yang kemarin agak alpa kita sentuh. Plus aktivis-aktivis yang selama ini juga alpa disentuh Golkar," kata Priyo dalam diskusi politik bertajuk 'Babak Baru Partai Politik Indonesia' di Kantor Jenggala Center, Jl Ciasem 1 No 29, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (25/4/2016).

Kedua, Priyo ingin menempatkan tokoh-tokoh Golkar dekat dengan masyarakat, dengan pers, dan aktivis. Priyo menilai tokoh parpol tidak boleh menjaga jarak, apalagi memakai gaya borjuis saat berhubungan dengan masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketiga, perubahan politik, dalam hitungan saya memberi karpet merah memberi kesempatan kaum muda, energic and fresh. Konsekuensi mana kala sebuah partai dipimpin yang penuh topeng berisiko bagi Golkar. Buat kampanye legislatif dan pilpres," katanya.

Selanjutnya yang keempat, Priyo ingin mengubah kantor DPP Golkar menjadi pusat komando dan kantor rakyat. Tanpa aktivitas itu, kantor Golkar sepi seperti kuburan. Dia ingin masyarakat bisa menyampaikan aspirasi terbuka di kantor DPP Golkar.

"Kelima, pilkada serentak adalah batu ujian. Konflik menimbulkan suara Golkar di pilkada turun. Pilkada akan digunakan merebut kepemimpinan bupati dan gubernur. Dan keenam,  saya akan mengedepankan politik luhur, yang mengedepankan tata krama. Golkar bukan cuma pemburu kekuasaan semata tapi bila dikehendaki akan mengabdi bukan untuk Golkar tapi untuk masyarakat," katanya.

"Golkar dalam pembicaraan saya dengan DPP, saya menjemput keinginan untuk mencoba sentralisasi komando, tapi saya akan bersama DPP dan Kabupaten/Kota untuk menentukan calon gubernur, bupati, dan wali kota, tidak harus ditentukan pusat. Dengan itu semua, setelah saya mendeklarasikan diri makin menguatkan saya setelah ada komunikasi dengan daerah. Kalau jadi ketum saya siap mewakafkan energi saya untuk menyatukan Golkar," tegas Priyo. (van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads