"Pasti dong di ACC DPP (setujui, red). Itu untuk kebaikan partai karena ini terobosan yang bagus," ujar Yorrys saat dihubungi, Senin (25/4/2016).
Dia menjelaskan usulan Steering Munaslub ini agar tak disalah artikan sebagai pembatasan kader. Menurutnya, iuran caketum ini bukan berarti seluruh biaya Munaslub ditanggung para caketum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan salah paham ya ini bukan membatasi kewenangan. Seluruh dana ditanggung tiga unsur. Panitia, DPP, terus para calon ketum," sebutnya.
Dikatakannya iuran caketum akan digunakan untuk tahapan terkait kampanye, debat para caketum, Sementara, sisanya dalam biaya lain-lain akan ditanggung secara bersama-sama. Ditekankan bila biaya Munaslub Golkar itu ditaksir mencapai sekitar Rp 70 miliar. Tak mungkin bila hanya dibebankan kepada para caketum.
"Jadi, kita gotong royong. Enggak benar kalau hanya caketum. Bagus untuk Golkar ke depan. Kita gak minta ke luar, tapi ke dalam. Golkar jadi mandiri," sebutnya.
Yorrys pun menyesalkan bila ada pernyataan politikus senior yang menyebut usulan ini akan menghambat kader Golkar. Dia meminta agar usulan Steering Commitee dihargai dan biar diputuskan dalam pleno Golkar.
"Saya belum tahu pleno pasti besok atau enggak. Tapi, saya berharap agar semua pihak kalau beda pendapat diskusi bersama. Jangan bicara di media," tuturnya.
Sebelumnya, Ketua Steering Comiitee Munaslub Golkar Nurdin Halid mengatakan ada usulan agar para caketum dibebankan biaya sekitar Rp 5 - Rp 10 miliar. Namun, hal ini baru sekedar usulan dan akan diputuskan dalam pleno DPP Golkar yang direncanakan digelar, Selasa besok. (hty/van)











































