Operator Tol Cipali, PT Lintas Marga Sedaya (LMS), memprediksi lonjakan traffic di Cipali akan mencapai hingga 4 kali lipat kondisi normal di masa libur Lebaran. Untuk memperlancar arus lalu lintas, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR telah menginstruksikan LMS dan Jasa Marga untuk mengintegrasikan sistem pembayaran tol.
"Kami berupaya untuk mensukseskan program integrasi ini sesuai amanat pemerintah. Bersama-sama Jasa Marga, secara intensif kami lakukan koordinasi dan penyesuaian sistem, prosedur operasional, serta peralatan tol, baik untuk pembayaran tunai maupun e-payment agar integrasi dapat terlaksana tepat waktu," ungkap Wakil Direktur Utama PT LMS Hudaya Arryanto dalam keterangan tertulis, Senin (25/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsekuensinya, antrean kendaraan pemudik diprediksi akan bergeser ke GT Palimanan. Untuk mengantisipasinya, saat ini LSM sedang membangun perluasan GT Palimanan dari semula 11 gardu menjadi 23 gardu yakni terdiri atas gardu-gardu permanen dan gardu satelit.
Di lapangan, para pekerja sedang giat melakukan pemancangan pondasi serta pengurukan dan pemadatan tanah untuk perluasan gerbang tersebut. GT Sumberjaya juga diperluas untuk dapat menampung pengalihan arus sekitarnya terjadi kepadatan di GT Palimanan.
Sebagaimana diketahui, Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sepanjang 116,75 kilometer yang diresmikan pada Juni 2015, merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia dan merupakan bagian dari sistem jalan tol Trans Jawa. Jalan Tol Cikopo-Palimanan melintasi 5 kabupaten di Jawa Barat yaitu Kabupaten Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka dan Cirebon.
Baca juga: Ini Antisipasi Kepadatan Saat Long Weekend 5-8 Mei di Tol Cipali
(miq/nrl)










































