DetikNews
Senin 25 April 2016, 11:51 WIB

Melihat Lebih Jelas Hasil Kunjungan Presiden Jokowi ke Eropa

M Iqbal - detikNews
Melihat Lebih Jelas Hasil Kunjungan Presiden Jokowi ke Eropa Jokowi dan menteri usai bertemu PM Inggris David Cameron (M Iqbal/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo baru saja kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan kunjungan kerjanya selama 5 hari efektif ke Jerman, Inggris, Belgia, dan Belanda. Apa saja yang dihasilkan?

Kunjungan kerja Presiden Jokowi ini dimulai dari Jerman pada Senin (18/4) lalu, dan berakhir di Belanda pada Jumat (22/4). Untuk diketahui, agenda Presiden Jokowi sangat padat sehingga hanya singgah sehari di setiap negara, hanya Inggris yang dua hari.

Berikut rangkuman perjalanan Presiden Jokowi selama berada di Eropa:

Jerman

Agenda Presiden Jokowi di Jerman adalah memenuhi undangan Kanselir Jerman Angela Merkel. Selain itu, Jokowi juga bertemu Presiden Jerman Joachim Gauck dan menghadiri forum bisnis yang diikuti ratusan pengusaha asal Indonesia dan Jerman.

Fokus kunjungan ke Jerman adalah keinginan Indonesia untuk bekerja sama dan mendapat dukungan pemerintah Jerman dalam pengembangan pendidikan kejuruan atau vokasi di Indonesia.

Jokowi dan Kanselir Jerman Angela Merkel (M Iqbal/detikcom)

Jerman dianggap negara yang sangat bagus mengembangkan sistem pendidikan kejuruan, sehingga generasi mudah mereka punya keterampilan yang memadai sejak dini. Hal itu pula yang membuat angka pengangguran di Jerman sangat rendah.

Bidang-bidang kejuruan yang ingin dikembangkan Jokowi atas dukungan Jerman itu terutama terkait dengan industri. Selain itu, bidang kelistrikan, power plan, industri tekstil, maritim dan lainnya. Sistemnya kata Jokowi, bisa diterapkan melalui sekolah kejuruan atau pelatihan kejuruan di Indonesia.

Masih terkait pendidikan kejuruan, Presiden Jokowi juga sudah meninjau Siemensstadt di Berlin, semacam sekolah dan tempat pelatihan berbagai bidang kejuruan yang sangat berkembang di Jerman, sehingga mungkin sistemnya bisa diterapkan di Indonesia.

Bagi Jokowi, pendidikan kejuruan ini sangat penting untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi persaingan global. Sementara sebagai tindaklanjutnya, Kanselir Angela Merkel mengatakan akan mengirimkan tim ke Indonesia untuk membantu pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

Masih di Jerman, Presiden Jokowi juga menghadiri forum bisnis yang diikuti ratusan pengusaha asal Indonesia dan Jerman. Dalam forum itu tercapai kesepakatan investasi senilai US$ 875 juta, belum yang termasuk pertemuan Jokowi dengan pengusaha secara one on one.

Menlu RI Retno Marsudi menyebut Jerman adalah mitra bisnis Indonesia nomor satu di Eropa dalam bidang perdagangan, sementara dalam investasi Jerman mitra ke-7 terbesar bagi Indonesia.

Inggris

Setelah dari Jerman, Presiden Jokowi terbang menuju London, Inggris, untuk agenda selama dua hari. Fokus kunjungan Presiden Jokowi ke Inggris adalah memperkuat kerja sama ekonomi kreatif dan mengembangkan industri kreatif Indonesia.

Keinginan tersebut disampaikan Jokowi dalam pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron pada Selasa (19/4) lalu. Turut mendampingi Jokowi, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf dan lainnya.

Terkait ekonomi kreatif ini, Presiden Jokowi menyempatkan hadir dalam pameran designer Indonesia di Penwix, London. Jokowi kagum karya 5 orang anak bangsa dipajang dan dijual tinggi di Inggris

Presiden Jokowi bertemu PM Inggris DavidCameron

Jokowi menyebut Inggris sangat berkembang dalam bidang ekonomi kreatif. Jokowi ingin produk Indonesia lebih banyak masuk ke Inggris dan memiliki akses lebih mudah masuk ke pasar Inggris. Terutama setelah ada penerbangan laangsung Garuda Indonesia dari Jakarta-London.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menghadiri forum bisnis antara pengusaha Indonesia dan Inggris. Dalam forum itu tercapai kesepakatan bisnis senilai US$ 19 miliar. Termasuk pembelian 14 pesawat baru oleh Garuda Indonesia. Komponen pesawat ini akan dibuat di Inggris dan sebagian dibuat di negara lain di Eropa. Mesin pesawat ini menggunakan mesin Roll Royce.


Belgia (Uni Eropa)

Kunjungan Presiden Jokowi ke Belgia sebetulnya menuju kantor Uni Eropa. Presiden Jokowi diterima oleh 3 Presiden di negara tersebut, yaitu Presiden Parlemen Eropa Martin Schulz, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk dan Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker.

Dengan Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker, Jokowi membicarakan perjanjian ekonomi komprehensif antara Indonesia dengan Uni Eropa atau disebut Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Jokowi senang karena sudah mulai dibahas scoping papers untuk CEPA, yang sudah bertahun-tahun tak dibahas. Scoping papers adalah semacam daftar isian atau batasan bidang-bidang yang akan dituangkan dalam draf kerja sama antara Indonesia dan Uni Eropa.

Jika CEPA sudah dimulai, maka produk Indonesia akan membanjiri pasar negara-negara Uni Eropa, begitu juga sebaliknya. Bedanya dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), CEPA bersifat kompatibel. Artinya produk Indonesia yang akan masuk pasar Eropa tidak diproduksi oleh Eropa, begitu juga sebaliknya.

Jokowi di Belgia

Terkait CEPA, Kanselir Jerman dan Angela Merkel dan PM Inggris David Cameron mendukung kerjasama tersebut. Menurut Jokowi, kerja sama CEPA akan menguatkan perekonomian Indonesia dan negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa.

Sebagai catatan, dalam sejarah perdagangan Indonesia-Uni Eropa, Indonesia selalu surplus.  Sehingga dengan CEPA Indonesia punya harapan perdagangan Indonesia-Uni Eropa semakin meningkat.

Selain CEPA, dibahas juga Flegt License yaitu sertifikasi untuk semua produk kayu Indonesia yang akan masuk pasar Eropa. Jika sertifikat itu sudah dikantongi Indonesia, maka kayu Indonesia yang diekspor tidak perlu lagi diperiksa karena sudah diberi lisensi Uni Eropa.

Selain kepentingan CEPA, di Belgia, Presiden Jokowi juga menggelar pertemuan dengan sekitar 7 CEO besar asal Nordik untuk membicarakan soal investasi di Indonesia. Hadir CEO Erricson, Scania, Bank Saab dan lainnya. Kemudian diterima Raja Philippe.

Belanda

Fokus kunjungan Presiden Jokowi ke Belanda adalah ingin meningkatkan kerja sama dalam bidang pengelolaan air, maritim, serta perdagangan dan investasi. Presiden Jokowi menyampaikan langsung hal itu kepada PM Belanda Mark Rutte.

Pertemuan itu menjadi catatan sejarah tersendiri karena selama 16 tahun terakhir, Jokowi adalah Presiden pertama yang mengunjungi Belanda. Jokowi ingin Presiden RI mengunjungi Belanda tiap 3 tahun sekali untuk menjaga hubungan.

Presiden Jokowi di Universitas Leiden Belanda (M Iqbal/detikcom)

Kerja sama Indonesia-Belanda dilakukan dengan penandatanganan MoU antar kedua negar di berbagai bidang, di antaranya riset dan pendidikan tinggi, infrastruktur, pengembangan teknologi, bidang kemaritiman dan lainnya.

Di Belanda, Presiden Jokowi dan beberapa menteri juga meninjau Port of Rotterdam untuk mengetahui pengelolaan air dan kemaritiman di Belanda. Sebagai tindaklanjutnya, pada bulan November 2016 PM Belanda akan berkunjung ke Indonesia beserta delagasi bisnis.

Masih di Belanda, Presiden Jokowi juga menghadiri forum bisnis yang dihadiri ratusan pengusaha Indonesia dan Belanda. Dalam forum itu, tercapai kesepakatan senilai US$ 600 juta dollar antar kedua negara.

Pesan Perdamaian

Selain soal kenegaraan dan ekonomi, Presiden Jokowi juga membawa pesan perdamaian dalam setiap petemuan dengan pimpinan negara Eropa. Kepada Jokowi, mereka menanyakan soal cara Indonesia mencegah dan memerangi ekstrimisme, radikalisme dan terorisme

Indonesia dianggap bisa menjadi role model karena memiliki penduduk muslim terbesar di dunia tapi mampu hidup damai secara toleran dan dalam bingkai demokrasi.

Dalam kunjungan ke Eropa itu Presiden Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana dan lainnya.

Terakhr, bukan Jokowi namanya jika kunjungan itu hanya wacana, siang ini seluruh hasil kunjungan Jokowi ke Eropa itu akan dibahas dalam rapat terbatas di Istana. Jokowi ingin semua komitmen, detail dan harapan itu terlaksana demi kemajuan Indonesia.
(bal/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed