Berdasarkan informasi yang dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Senin (25/4/2016), karier Edy ternyata tengah menanjak. Selain sebagai panitera, Edy juga masuk bursa Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Direktorat Jenderal (Ditjen) Badan Peradilan Umum (Badilum) MA.
Sekretaris MA Nurhadi sebagai ketua panitia seleksi meloloskan Edy menjadi 17 besar kandidat Direktur Pembinaan Tenaga Teknis pada 22 Februari 2016. Nama Edy bersaing dengan nama Ketua PN Jaksel Haswandi, Ketua PN Jakut Lilik Mulyadi, Ketua PN Kepanjen Edward Simarmata hingga Ketua PN Jakpus, Gusrizal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebulan berselang tepatnya 21 April 2016, KPK mencokok Edy karena menerima segepok uang. Penangkapan ini menuntut KPK untuk menggeledah rumah pribadi dan ruang kerja Sekretaris MA Nurhadi. Edy dan Doddy telah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan Nurhadi dicegah bepergian ke luar negeri. (asp/nrl)











































