Bagaimana Perkembangan Penyelamatan WNI yang Disandera Abu Sayyaf?

Bagaimana Perkembangan Penyelamatan WNI yang Disandera Abu Sayyaf?

Massaul Khoiri - detikNews
Senin, 25 Apr 2016 10:39 WIB
Bagaimana Perkembangan Penyelamatan WNI yang Disandera Abu Sayyaf?
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Jakarta - Sepuluh WNI yang menjadi ABK kapal tug boat Brahma 12 masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Lalu bagaimana perkembangan nasib penyelamatan para WNI tersebut?

"Kita masih omong (masih negosiasi)," jelas Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan singkat kepada wartawan sambil berlalu menuju mobil di kantornya, Senin (25/4/2016).

Para sandera itu akan ditebus dengan uang dari perusahaan yang memperkerjakannya. "Bukan kami, kita enggak bayar uang tebusan, tapi perusahaan," kata Luhut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya Menlu Retno Marsudi, mengatakan, proses negosiasi masih terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan pemerintah Filipina. Dia mengaku masih berhubungan terus menerus dengan Menlu Filipina untuk memperoleh informasi yang diperlukan.

"Dari waktu ke waktu saya terus memantau. Terus komunikasi khususnya konstan terus saya lakukan dengan Menlu Filipina," ujar Retno (23/4/2016).

10 sandera WNI tersebut merupakan awak kapal tug boat Brahma 12 yang menarik kapal tongkang Anand 12 yang berisi batubara. Kapal tersebut milik PT Patria Maritime Lines anak perusahaan PT United Tractors Pandu Engineering.

Kelompok Abu Sayyaf meminta 50 juta peso atau setara Rp 15 miliar sebagai uang tebusan dan dibayarkan paling lambat 8 April 2016. Hingga melewati tenggat waktu yang ditentukan belum ada informasi pasti mengenai pembayaran tersebut. (rvk/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini