Pewarna Berbahaya Ditemukan pada 2 Item Menu KFC di Cina

Pewarna Berbahaya Ditemukan pada 2 Item Menu KFC di Cina

- detikNews
Kamis, 17 Mar 2005 16:17 WIB
Jakarta - KFC telah menghapus dua item sajian dari menu restorannya di seluruh Cina. Ini dilakukan setelah ditemukan adanya zat pewarna yang bisa menyebabkan penyakit kanker pada item itu, yang telah dilarang penggunaannya untuk makanan.Item yang dihilangkan dari menu restoran cepat saji itu adalah sayap ayam New Orleans dan hamburger ayam. Ini dilakukan di lebih dari 1.000 outlet KFC yang tersebar di negeri Tirai Bambu itu. Pihak KFC menemukan bahwa pemasok telah menggunakan pewarna Sudan 1 dalam bumbu-bumbu dua item tersebut.Demikian disampaikan Yum Brands Inc., perusahaan induk KFC yang berbasis di Amerika Serikat, seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (17/3/2005).Sudan 1 merupakan pewarna industri yang biasa digunakan pada semir sepatu dan minyak tanah, yang dilarang digunakan untuk makanan karena memperbesar risiko kanker. Bahan pewarna ini sempat menjadi bahan pemberitaan di Eropa bulan lalu, sehingga mendorong Cina untuk memeriksa keberadaan bahan tersebut di negara itu."Meskipun kami telah berulang kali meminta para pemasok Yum untuk menjamin produk-produk mereka tidak mengandung Sudan 1, dan menerima konfirmasi tertulis dari mereka, kami dengan menyesal harus mengatakan bahwa kami menemukan itu (Sudan 1) dalam bumbu-bumbu," demikian Yum dalam sebuah statemen."Kami sekarang tengah menyelidiki pemasok yang bermasalah itu, untuk memastikan tanggung jawabnya dalam penggunaan Sudan 1 tersebut," imbuh Yum. Tidak disebutkan siapa pemasok KFC tersebut.Yum berharap akan kembali memajang item-item tersebut pada menu KFC dalam waktu seminggu ini. KFC memiliki 1.200 outlet yang tersebar di 260 kota di seluruh Cina. Sebelumnya, Sudan 1 juga telah ditemukan pada saus cabe buatan anak cabang Heinz, Heinz Meiweiyuan Food Co. yang berbasis di Guangzhou, ibukota provinsi Guangdong, Cina selatan. Heinz, raksasa makanan AS itu kemudian menarik saus cabe dan produk lainnya di Cina yang dicurigai mengandung Sudan 1.Pewarna berbahaya itu juga ditemukan oleh Agen Standardisasi Pangan Inggris (FSA) pada 18 Februari lalu pada ratusan produk buatan Premier Foods, salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di Inggris. Produk-produk itu pun langsung ditarik dari peredaran -- penarikan terbesar dalam sejarah Inggris. (ita/)


Berita Terkait