Perempuan yang akrab disapa Icha ini mengatakan, musibah tersebut terjadi pada Minggu (24/2) dini hari tak jauh dari rumahnya di Jalan Kalibata Selatan, Pancoran, Jakarta Selatan.
Saat itu, dia dan suaminya hendak pulang ke rumah selepas menghadiri pesta perkawinan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu ia dan suaminya melintas di Jalan Siaga menuju ke arah Pejaten. Keduanya berboncengan dengan motor Honda Vario. Saat hampir masuk ke gang dekat rumah, tiba-tiba ada pemotor berboncangan yang melintas dari sisi belakang dan langsung merebut tas berharga jutaan rupiah itu.
Menyadari tas kebanggaannya raib, Icha refleks berteriak. Namun suasana di lokasi sepi, sehingga tidak ada warga lain yang menolong mereka. Pasangan ini akhirnya memutuskan untuk mengejar
"Awalnya sudah dekat, jambretnya udah kelihatan. Dia (pelaku) sempet bingung juga mau belok ke kanan atau ke kiri," kata Icha.
Akhirnya pelaku memacu motor matiknya dengan kecepatan tinggi. Mereka kabur ke arah Ragunan dan tidak terkejar oleh Icha dan suami.
"Sebelum lampu merah pejaten kita kehilangan jejak. Itu dia juga enggak pakai plat nomor," katanya.
Icha dan suami akhirnya memilih berputar balik menuju ke Polsek Pancoran dan melaporkan peristiwa yang mereka alami. Selain kehilangan tas mewah, Icha juga kehilangan uang tunai Rp 500 ribu yang disimpannya di dalam tas.
Istri dari Maulana (27) ini mengaku sempat menangis histeris saat melapor di Polsek Pancoran. "Saya sedih banget itu tas paling bagus yang saya punya. Saya sesenggukan di lampu merah," ucapnya.
Laporan mereka tertuang dalam berkas B/733/IV/2016/ PMJ.Res Jaksel/Sek Panc. Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pancoran Iptu Bowo Sutrisno saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui adanya kejadian tersebut.
"Saya belum monitor. Saya semalam jaga di Fly Over Kalibata sampai jam 01.00 WIB. Memang rawan di lokasi itu. Nanti saya cek dulu," ucapnya.
(khf/dnu)











































