Jago Ketua Umum PAN dari Sumbar Diputuskan Senin
Kamis, 17 Mar 2005 16:10 WIB
Padang - Tuntutan sebagian kader Muhammadiyah agar jabatan ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang akan dipilih pada Kongres PAN April mendatang berasal dari organisasi tersebut merupakan suatu hal yang wajar. Di samping berperan besar dalam membangun partai selama ini, organisasi Muhammadiyah juga memiliki banyak figur yang layak untuk memimpin PAN ke depan.Hal tersebut disampaikan oleh ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Barat (Sumbar), Ki Jal Atri Tanjung, ketika ditemui detikcom di kantornya, JalanRaden Saleh Padang, Kamis (17/3/2005). "Kita ingin tuntutan itu tetap dalam kerangka demokratisasi dan tidak terjebak pada sikap pemaksaan kehendak. Bagaimana pun, sebagai partai terbuka, PAN juga harus mengakomodir pihak di luar Muhammadiyah," ujarnya.Dikatakan Ki Jal, DPW PAN Sumbar sejauh ini belum memutuskan siapa jagoan yang akan didukung untuk menjadi ketua umum pada kongres mendatang. Hanya saja,pada beberapa kesempatan, nama Dien Syamsudin cukup sering dibicarakan."Kita akan putuskan tiga nama calon formatur/ketua umum yang akan didukung dalam kongres mendatang Senin (21/3/2005). Bagi kami, siapa saja yang memenuhi syarat untuk menjadi ketua umum PAN, silakan berkompetisi. Kita tidak boleh diskriminatif," lanjutnya.Lebih lanjut Ki Jal mengatakan, keputusan Amien Rais untuk mengadakan regenerasi di tubuh PAN merupakan sebuah keputusan yang bijaksana. "Tokoh seperti PakAmien tidak akan kehilangan popularitas. Dengan menanggalkan jabatan ketua partai, ia akan punya lebih banyak stamina untuk jadi guru bangsa," ujarnya.Ditanya soal mendaftarnya ketua Muhammadiyah Sumbar, Syofwan Karim Elha, sebagai balon gubernur ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golkar, Ki Jalmengatakan itu merupakan hak pribadi yang harus dihormati. "Saya tidak tahu apa alasan Syofwan Karim tidak mendaftar ke PAN melainkan ke PPP dan Golkar.Tapi, saya pikir itu karena ia juga punya sejarah yang cukup panjang dengan kedua partai tersebut," demikian Ki Jal Atri Tanjung.
(nrl/)











































