Hidayat Nurwahid mengatakan, sejauh ini Fahri baru melontarkan pernyataan ingin bertemu dengan SBY, namun belum menyatakan untuk bergabung dengan Partai Demokrat. Meski diakui Hidayat bahwa keinginan Fahri tersebut menuai respons beragam, termasuk dari politisi Demokrat Ruhut Sitompul yang mengancam akan keluar jika Fahri masuk.
"Saya kira beliau tidak pernah mengatakan akan pindah ke Demokrat. Dan kita juga sudah tahu sikap dari Pak Ruhut Sitompul untuk kemudian melakukan penyikapan-penyikapan beliau. Dan itu terserah masing-masing," kata Hidayat Nurwahid sebelum acara Tasyakur Milad PKS ke-18 di Hotel Kartika Chandra, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (24/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahwa keinginan beliau untuk ketemu Pak SBY, saya berharap agar beliau diterima dengan baik oleh Pak SBY. Untuk kemudian mendapat pencerahan dari SBY," katanya.
"Jadi itulah berpolitik, itulah organisasi politik ada aturannya ada etikanya. Dan mungkin kalau Pak Fahri bertemu SBY akan diingatkan tentang apa yang terjadi di Demokrat untuk juga yang terjadi di partai yang lain. Dan itu hal yang universal saja," tambah Hidayat Nurwahid. (mad/mad)











































