PBB Latih Pasukan Perdamaian di RI

PBB Latih Pasukan Perdamaian di RI

- detikNews
Kamis, 17 Mar 2005 16:06 WIB
Jakarta - Untuk pertama kalinya, PBB melakukan pelatihan peace keeping (pasukan perdamaian) yang diikuti 10 negara di Jakarta pada 7 hingga 17 Maret 2005.Pelatihan yang dilakukan Departemen Peace Keeping Operation PBB diikuti sejumlah negara di Asia Pasifik seperti Kamboja, Cina, Fiji, Indonesia, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Philipina, Thailand dan Amerika Serikat.Pelatihan selama 10 hari ini bertema United Nation Training Assistance Team Course bertujuan mencetak para pelatih peace keeping.Hal ini disampaikan Atase Pertahanan Kedubes RI di Amerika Serikat Laksamana Pertama TNI Willem Rampangilei dalam jumpa pers di Hotel Hilton, Jakarta, Kamis (17/5/2005). Turut hadir, Deputy Chief Training Evaluation Service United Nation UN Departement of Peace Keeping Cooperation Kolonel Valentino Segura dan In Course Director UN Staff Training Assistance Team Letkol Ivkovic.Rampangilei mengatakan pelatihan tersebut merupakan yang pertama kali di dunia dan baru dilakukan di Indonesia. Pelatihan ini sangat penting karena operasi para penjaga perdamaian saat ini sudah berubah dan tidak lagi menggunakan operasi perdamaian secara tradisional tetapi multi dimensi, kompleks dan melibatkan tidak hanya aparat keamanan tetapi melibatkan unsur politik dan masalah HAM."Jadi tidak lagi dengan cara tradisional. Untuk itulah perlu ada pelatihan dan untuk pertama kalinya dilakukan secara gabungan baik pihak militer, polisi, sipil dan NGO beberapa negara yang tergabung dalam PBB," kata dia.Dikatakan dia, Indonesia sering mengirimkan pasukan perdamaian dalam misi PBB sejak 1958. Saat ini, RI sedang melakukan 4 misi PBB yaitu di Kongo, Sierra Leone, Liberia dan Georgia.Rampangilei berharap dalam waktu dekat sekitar 27 anggota TNI/Polri yang mengikuti pelatihan akan dikirim dalam misi PBB ke Sudan.Lanjutnya, peace keeping nasional akan terbentuk dalam waktu dekat terdiri dari Departemen Luar Negeri, Mabes TNI, Polri dan Departemen Pertahanan. (aan/)


Berita Terkait