Kena Flu Burung, Peternak Jabar Rugi Miliaran Rupiah
Kamis, 17 Mar 2005 15:58 WIB
Bandung - Dinas Peternakan Jawa Barat telah mengisolasi kawasan ternak ayam pedaging dan puyuh yang terserang flu burung. Dari Januari hingga Maret 2005 telah ditemukan ribuan ayam pedaging dan puyuh mati akibat terserang flu burung. Flu burung ini menyerang unggas akibat perubahan curah hujan yang tinggi serta penyebarannya dibawa oleh bebek dan burung liar.Beberapa kawasan yang diisolasi ini adalah Cirebon sebanyak 12 ribu ekor puyuh mati, Indramayu 72 ekor ayam kampung mati, Sukabumi 500 ekor ayam buras mati dan 6000 ayam boiler mati, dan Subang 2900 ekor puyuh mati. Diperkirakan peternak unggas ini mengalami kerugian besar akibat terserang flu burung itu."Dari peternak puyuh saja taksiran minimal Rp 1 miliar. Itu belum ditambah dengan biaya pakan dan perawatannya," ujar Kepala Subdin Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, Musny Suwatmojo, kepada detikCom, Kamis (17/3/2005) di kantor Dinas Peternakan, Jalan Ir.H. Djuanda, Bandung.Kawasan ternak yang terserang flu burung telah divaksinasi hingga radius 5 kilometer. Dan sebanyak 40 juta dosis vaksin untuk ayam dewasa telah disiapkan Dinas Peternakan Jawa Barat."Besok pagi kita akan cek ke lapangan, ke pasar becek, pasar burung dan swalayan untuk memastikan tidak beredar daging ayam yang terserang flu burung. Kita mulai dari Bandung dulu," ujar Musny Suwatmojo.Saat ini Dinas Peternakan telah melakukan vaksinasi di Subang sebanyak 100 ribu dosis, Indramayu 3500 dosis serta di Sukabumi sebanyak 56 ribu dosis vaksin. Selain itu, ayam-ayam yang terserang flu burung itu telah dibakar, dan dikubur sedalam 2 meter.Hewan ternak dari Jawa Barat kebanyakan dikirim ke daerah Sumatera Utara, Kalimantan, Sulawesi Utara dan Jawa Timur. Puyuh yang mati banyak berasal dari Jogjakarta dan Solo. Tapi bila dalam satu bulan ini tidak ada kasus lanjutan, berarti sudah termasuk normal lagi," jelasnya.Musny menambahkan, kasus ayam petelur sebanyak 12 ribu mati di Sulawesi Selatan itu bukan kiriman dari Jawa Barat. "Tapi dari Jawa Timur," ujar Musny Suwatmojo.Musny Suwatmojo juga menjamin bahwa flu burung ini tidak akan menyerang manusia karena reseptor atau pengikat virus flu hewan berbeda dengan manusia. Flu burung akan menyerang manusia jika reseptornya melalui hewan babi seperti kasus di Thailand, ujar Musny Suwatmojo menjelaskan. Kasus flu burung yang menyerang hewan ternak ayam dan puyuh di Jawa Barat ini, menurutnya termasuk kasus tahun 2004.Bagaimana melihat bentuk fisik ayam yang terserang flu burung? Gampang saja, ciri-cirinya pada kepala ayam ditemukan pembengkakan dan berwarna hitam, pada bagian daging dada dan kaki terjadi pendarahan berwarna merah bercampur biru.
(nrl/)











































