Tutup Konferensi Parpol Dunia, Mega Bahas Kolonialisme dan Imperialisme

Tutup Konferensi Parpol Dunia, Mega Bahas Kolonialisme dan Imperialisme

Indah Mutiara Kami - detikNews
Sabtu, 23 Apr 2016 21:09 WIB
Tutup Konferensi Parpol Dunia, Mega Bahas Kolonialisme dan Imperialisme
Megawati Soekarnoputri (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

The 26th ICAPP Standing Commitee Meeting yang dihadiri partai politik dari sejumlah negara resmi ditutup dengan jamuan makan malam. Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, yang hadir di penutupan, bicara soal kolonialisme dan imperialisme.

"Zaman memang telah berubah, tetapi kolonialisme dan imperialisme sejatinya belum lenyap," kata Megawati saat pidato penutupan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, liberalisme dan kapitalisme menyusup melalui isu finansial global, isu keterbukaan informasi dan teknologi, isu lingkungan. Bahkan, kadang bisa berupa kedok hukum internasional.

"Kondisi tersebut melahirkan kejahatan dalam sektor keuangan dan perbankan, narkotika, bahkan perdagangan manusia," ungkap Presiden ke-5 RI ini.

Megawati juga berbagi kenangannya saat mengikuti KTT Non Blok ketika usianya masih 14 tahun. Saat itu, Mega kagum karena pendiri bangsa dari berbagai negara bersatu dan menyuarakan hal yang sama.

"Dengan lantang mereka katakan 'kami non blok, kami tidak berpihak pada satu blok manapun'," kenangnya.

Dia mengapresiasi Jakarta Declaration yang dihasilkan peserta ICAPP. Secara khusus, Megawati menyoroti isu perdagangan perempuan dan momen peringatan Hari Kartini.

"Kami memberikan dukungan sepenuhnya terhadap rekomendasi terkait trans-national crime yang harus disikapi sebagai langkah kongkrit kerjasama antar Partai Politik di dalam memerangi women trafficking, drug trafficking, dan un-trade trafficking," paparnya.

Perhelatan ini dibuka kemarin oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan dihadiri oleh petinggi-petinggi partai politik di Indonesia yang memiliki kursi di parlemen. Ada puluhan partai politik dari Asia, Asia Pasifik, Afrika, serta peninjau dari Eropa yang berbagi pengalaman hingga hari ini. (imk/dhn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads