Korban Tewas Speed Boat Kesandung di Kampar Jadi 32 Orang
Kamis, 17 Mar 2005 15:42 WIB
Pekanbaru -
Tim SAR masih terus melakukan pencarian para korban kapal cepat Tuakal Express yang kesandung gundukan pasir di Sungai Kampar-Riau. Dalam empat hari terakhir ini, sudah ditemukan 32 korban tewas. Dalam melakukan pencarian ini, petugas mengalami kendala yang cukup rumit. Para korban dari kapal naas itu ada yang terseret ke hilir sungai hinga 7 km dari lokasi kejadian. Sebagian korban ditemukan hanya mengenakan celana dalam. Hal itu dimungkinkan karena para korban sempat membuka baju dan celananya untuk bisa berenang. "Hingga hari ini korban yang tewas sudah mencapai 32 orang. Tim SAR masih tetap melakukan penyisiran di bagaian hilir sungai," kata Camat Kuala Kampar, Khairunnas, saat dihubungi detikcom, Kamis (17/3/2005).Dia menjelaskan, sebagian para korban itu telah dikembalikan ke keluarganya, sebagiannya masih menunggu jemputan keluarga. Kesulitan untuk menghubungi pihak keluarga korban ini juga disebabkan karena identitas korban tidak ada. "Para korban itu sebagian besar kita temukan hanya mengenakan celana dalam saja," kata Khairunnas.Nakhoda DiperiksaSementara itu, Nakhoda Kapal Tuakal Express ang terdampar karena menghamtam pasir di sungai itu pada Minggu (13/3/2005) lalu di Tanjung Pulai, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Lembang Samosir, kini telah diperiksa Polres Pelalawan.Dalam pemeriksaan pihak kepolisian, Lembang Samosir memberikan keterangan yang sangat berbeda dengan di lapangan. Dia mengaku hanya membawa penumpang 54 orang. Padahal dari jumlah korban yang tewas atau pun selamat, jumlahnya lebih dari 70 orang. "Kita masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada nahkoda kapal," kata Kapolres Pelalawan, AKBP Slamet Soeroso, saat dihubungi detikcom.Jumlah korban yang tewas hingga saat ini juga masih simpang siur. Jika pihak kecamatan menyebutkan 32 orang, Kapolres Pelalawan mengaku jumlah korban yang tewas 27 orang. "Namun kita perkirakan masih ada korban lainnya yang belum kita ketemukan," kata Kapolres Pelalawan.
(nrl/)










































