Salurkan Bakat Anak-anak Pecinta Musik Tradisional, Kemendikbud Kucurkan Rp 3,5 M

Salurkan Bakat Anak-anak Pecinta Musik Tradisional, Kemendikbud Kucurkan Rp 3,5 M

Rina Atriana - detikNews
Sabtu, 23 Apr 2016 06:33 WIB
Salurkan Bakat Anak-anak Pecinta Musik Tradisional, Kemendikbud Kucurkan Rp 3,5 M
Festival Musik Tradisi 2016/Foto: Rina Atriana
Parigi Moutong - Festival Musik Tradisi 2016 di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menjadi ajang bertemu dan unjuk kebolehan anak-anak pecinta alat musik tradisional. Untuk menggelar event tersebut, Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Menengah (Kemendikbud) mengucurkan anggaran Rp 3,5 miliar.

"Kita di sini mengeluarkan biaya sebesar Rp 3,5 miliar tetapi itu pun kita banyak dibantu oleh Bapak Bupati," kata Kasubdit Seni Pertunjukan Kemendikbud Yusmawati, di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (23/4/2016).

"Di sini ada sharing terkait biaya transportasi, peserta, dan beberapa biaya lainnya Pak Bupati yang membantu, sangat meringankan," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Festival digelar selama dua hari yakni 22-23 April 2016 dan bertempat di tepi Pantai Kayu Bura, Parigi Moutong. Lokasi yang sama saat berlangsungnya Sail Tomini pada 2015 lalu.

Peserta dikhususkan untuk anak-anak berusia 8-12 tahun. Sebanyak 34 kontingen yang berasal dari 34 provinsi akan saling berebut perhatian juri untuk mendapat predikat penampil terbaik.

Salah satu dewan juri yang merupakan dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Suhendi Afryanto mengatakan, sedikitnya ada 3 aspek penilaian yang akan diterapkan untuk menentukan siapa penampil terbaik. Mulai dari originalitas, kreatifitas, dan penampilan secara keseluruhan.

"Pertama adalah originalitas, kita coba memberikan penyadaran kepada teman-teman di provinsi, kita ingin menanamkan satu sikap cintailah budaya lokal sendiri. Tidak udah minder dan menjadi beban bagi," ujar Suhendi di kesempatan yang sama.

"Kedua adalah kreativitas. Kalau tanpa inovasi dan kreativitas akan menjadi tontonan yang tidak menarik. Terakhir adalah penampilan keseluruhan," jelasnya.

Sementara itu Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu mengaku cukup nekat saat menyanggupi untuk menjadi tuan rumah festival bertaraf nasional ini. Apalagi Parigi merupakan kabupaten muda di Sulawesi Tengah, yakni baru berusia 14 tahun. Namun, Sail Tomini 2015 lalu menjadi pengalaman berharga bagi Parigi Moutong dalam mengadakan acara yang tak hanya dalam lingkup provinsi.

"Ditanya Bu Endang (Direktur Kesenian Kemendikbud) ada peluang jadi tuan rumah, mau enggak? Saya bilang siapa takut. Kita memang harus berani mengambil tantangan," ungkap Samsurizal saat membuka festival.

"Parigi Moutong ini angkotnya saja tidak ada, souvenir juga adanya di Kota Palu. Saya ditanya sama peserta 'Pak KFC-nya di mana Pak?' saya jawab saja 'tahan dulu ya nanti puas-puasin makan KFC-nya kalau sudah pulang ke provinsi masing-masing'," tutur pensiunan TNI itu yang disambut gelak tawa penonton.

Sebanyak 16 provinsi telah tampil di hari pertama. Sabtu (23/4) hari ini giliran 18 provinsi lainnya yang akan coba memikat hati juri. Bagi yang ingin menyaksikan secara langsung bisa datang ke tepi Pantai Kayu Bura mulai sekitar pukul 16.00 WITA.

Baca juga: Saat Anak-anak Pecinta Alat Musik Daerah Berkreasi di Tepi Pantai Kayu Bura (rna/hty)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads