Jupe Curhat Soal Kerja, Pasha Bicara Kemampuan Artis di Depan Ketua MPR

Jupe Curhat Soal Kerja, Pasha Bicara Kemampuan Artis di Depan Ketua MPR

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Sabtu, 23 Apr 2016 02:00 WIB
Jupe Curhat Soal Kerja, Pasha Bicara Kemampuan Artis di Depan Ketua MPR
Foto: Aditya Fajar Indrawan/Detikcom
Jakarta - Sejumlah artis bertemu Ketua MPR Zulkifli Hasan. Mereka bercerita soal pekerjaannya termasuk keluhan mengenai pembajakan hasil karya mereka.

"Saya mohon izin sebelumnya Pak, kalau kami agak kaku dalam berbicara. Karena biasanya kami heboh," ujar Julia Perez berbicara dalam pertemuan di rumah dinas Zulkifli di Jalan Widya Chandra IV, Jakarta Selatan, Jumat (22/4/2016).

Jupe lantas bicara soal sorotan terhadap lawakan artis yang banyak dinilai orang sudah 'kelewat batas'. Menurutnya artis termasuk pelawak hanya mengikuti arahan dari pengarah produksi. Namun kadang-kadang si pelawak kata Jupe kerap berimprovisasi saat tampil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami pekerja seni yang masih belajar. Kami ini penyanyi dangdut yang mencoba untuk melawak. Bahkan kadang lawakannya tidak lucu. Kami mengikuti skrip saja belum tentu kami bisa ikuti, jadi kami lakukan imporovisasi. Memang tentu tidak langsung diterima oleh publik," sambungnya.

Sementara bekas vokalis UNGU, Sigit Purnomo yang kini jadi Wali Kota Palu ikut bicara soal pilihan sejumlah artis menekuni dunia politik. Pindah haluan menjadi politikus menurut pria yang dikenal dengan nama Pasha ini sebagai hal yang wajar.

"Saya pikir tidak perlu malu dan khawatir sebagainya bila pekerja seni maju menjadi jalur politik. Saya sudah membuktikannya dan itu Alhamdulilah berhasil hampir 40 persen di Palu mau memilih saya. Jadi saya katakan ini untuk membuktikan pekerja seni mampu di jalur politik, eksekutif maupun legislatif," ujar Pasha bangga.

Sedangkan penyanyi dangdut Kristina meminta pemerintah termasuk MPR ikut memikirkan nasib para pekerja seni yang hasil karyanya dibajak.

"Kami juga minta support memberantas pembajakan dan meminta tolong untuk mengembalikan CD-CD (compact disk) kami, karena tempat CD-CD musik kami bukan seharusnya di toko-toko makanan, tapi ke tempat kaset sesungguhnya," sambungnya.

Zulkifli usai mendengar cerita para artis berharap para artis bisa juga memahami nilai-nilai kebangsaan. Zulkifli juga menyinggung kasus lawakan Zaskia Gotik yang berujung pada proses hukum di Polda Metro Jaya.

"Soal Zaskia kan sudah saya katakan dari dulu, ini lampu kuning buat kita, jadi jangan salahkan Zaskia sendiri tapi ini artinya kegagalan MPR. Kegagalan kita juga untuk membangun wawasan kebangsaan, membangun cinta tanah air, mencintai prinsip-prinsi bernegara kita," tutur dia.

Lawakan Zaskia soal Pancasila diharapkan Zulkifli jadi pembelajaran bagi artis juga jadi pengingat bagi semua pihak untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

"Mudah-mudahan dengan kejadian itu justru menjadi titik balik bukan hanya pemerintah MPR tapi juga pemerintah pusat, lembaga, TNI/Polri dan lain-lain membangun dan menjelaskan karakter kebangsaan ini," katanya.

Selain Jupe, Kristina, dan Pasha, hadir pula Ayu Tingting, Raffi Ahmad, Desy Ratnasari, Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio, serta Primus Yustisio.

(fdn/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads