Atikah memiliki dua anak perempuan, masing-masing berusia 15 dan 11 tahun. Mereka masih sempat kontak dengan ibunda sebelum kejadian pembunuhan. Sempat kaget, namun kini keduanya sudah lebih ikhlas.
"Mama baik, ramah. Baik sayang," kata anak pertama Atikah yang kini duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah tersebut kepada detikcom di rumah duka, Jumat (22/4/2016). Nama kedua anak Atikah tidak ditulis dengan alasan melindungi privasi.
Sang anak tahu kabar kematian Atikah pekan lalu. Awalnya, dia sempat heran mengapa ibunya tak pulang-pulang. Biasanya, Atikah juga kerap memberi kabar via telepon.
"Waktu 2 minggu lalu foto mama jauh ke bawah padahal udah dibenerin tapi jatuh lagi. Nggak kepikiran apa-apa waktu itu. Soal waktu hari Jumat mama telepon mau pulang," cerita sang anak soal firasat terhadap kepergian ibunda.
suasana rumah duka (Foto: edward) |
Anak kedua Atikah yang masih duduk di SD masih merasa berat kehilangan ibundanya. Selama ini, dialah yang paling dekat dengan Atikah. Terakhir, mereka berkomunikasi soal puasa.
"Mama sehat ya, mama puasa puasa, mama mau beli baju muslim terus mama bilang iya mama juga mau pulang Senin atau Selasa," cerita anak tersebut.
Ibunda Atikah, Ida, juga masih berduka. Dia masih mengingat obrolan terakhirnya dengan Atikah soal motor. Atikah berpesan agar motornya jangan dijual. Meski begitu, Ida kini sudah ikhlas.
"Alhamdulilah sekarang coba ikhlasin. Namanya juga musibah ya toh? Atikah juga nggak bakal balik lagi," terangnya.
Atikah (istimewa) |
Yang jelas, keluarga saat ini berharap agar Agus alias Kusmayadi sebagai pelaku mutilasi terhadap Atikah diberi hukuman maksimal. "Ya penginnya pelaku dihukum mati," imbuh Ida.
Saat ini jenazah Atikah sedang dalam perjalanan dari Jakarta ke Banten. Dijadwalkan, jasad ibu dua anak itu akan tiba pukul 21.00 WIB. Rencananya, Atikah akan dimakamkan di TPU Kisairah, Kp Wulangsari, Desa Kadu Jajar. (mad/mad)












































suasana rumah duka (Foto: edward)
Atikah (istimewa)