PDIP: Perjuangan Kartini Harus Diimplementasikan Kaum Perempuan Era Sekarang

PDIP: Perjuangan Kartini Harus Diimplementasikan Kaum Perempuan Era Sekarang

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Jumat, 22 Apr 2016 01:03 WIB
PDIP: Perjuangan Kartini Harus Diimplementasikan Kaum Perempuan Era Sekarang
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - PDI Perjuangan menilai pemikiran serta perjuangan RA Kartini relevan dijadikan contoh nyata perlunya peran perempuan dalam kehidupan. Perjuangan Kartini dalam mengupayakan kesetaraan kedudukan perempuan harus menjadi dasar bangkitnya kaum perempuan.

Salah satu upaya PDIP adalah memberikan kursi bagi perempuan untuk duduk di legislatif maupun eksekutif. Hal ini agar ada kesempatan perempuan sepuasnya untuk berkiprah di masyarakat.

"PDI Perjuangan beri peluang kesempatan sepuasnya berkiprah di masyarakat atau dipublik melalui partai politik dalam struktural legislatif maupun eksekutif," ujar Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan Perempuan dan Anak, Sri Rahayu dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/4/2016), malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peran perempuan yang diakomodir partai ini sesuai dengan amanat dalam AD/ART Pasal 20 dan Pasal 101 hasil Kongres IV PDIP 2015. Aturan diakomodir dalam sinergi kerjasama 3 pilar penting untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

"Untuk wujudkan itu agar kesejahteraan rakyat dalam cita-cita pembukaan UUD 1945 jadi keniscayaan," tukas Sri.

Kemudian, dalam tiga pilar itu PDIP akan memperjuangkan perempuan di sektor kesehatan. Mengacu faktor masih banyaknya perempuan yang meninggal saat melahirkan. Angka kematian ini masih tinggi di Indonesia.

"Oleh karena itu salah satu agenda PDIP Perjuangan adalah memperjuangkan perbaikan kesehatan bagi perempuan dan rakyat umumnya," paparnya.

Semangat Kartini harus diimplementasikan di era kekinian dengan semangat percaya diri, kemandirian, serta tak terpancing untuk korupsi. Nasionalisme yang dimiliki Kartini harus dijawab kalangan perempuan sekarang.

PDIP pun kembali menegaskan terkait sinergi 3 pilar partai dalam kehidupan saat ini. Pertama, melakukan langkah strategis mengurangi angka kematian ibu melahirkan. Kedua, yaitu mengupayakan pencegahan perkawinan usia dini.

"Ketiga meningkatkan produktifitas dan kuantitas kerajinan rakyat, khususnya yang dibuat kaum perempuan," pungkasnya.

(bag/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads