308 Rumah di Teluk Jambe Barat Karawang Terendam Banjir, 898 Orang Mengungsi

Herianto Batubara - detikNews
Jumat, 22 Apr 2016 14:02 WIB
Foto: Jajaran Polres Karawang berjibaku membantu korban banjir (dok. Polres Karawang))
Karawang - Desa Karang Linggar, Teluk Jambe Barat, Karawang, Jawa Barat, mengalami banjir akibat meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Masyarakat yang terdampak banjir diimbau mengungsi hingga banjir surut.

Kapolres Karawang AKBP AM Dicky Pastika Gading mengatakan, pantauan terakhir di RW 1 Desa Karang Linggar, Teluk Jambe Barat, kedalaman banjir mencapai 1,5 meter. Total rumah warga yang terendam ada 308 kk.

Foto: Jajaran Polres Karawang berjibaku membantu korban banjir (dok. Polres Karawang)

"Pengungsi total 898 dan semua sudah dievakuasi ke kantor desa dan rumah penduduk sekitar yang tidak terendam banjir. Bantuan sembako diserahkan oleh Kapolda Jabar berupa mie instan dan air siap minum," kata Dicky dalam keterangannya yang diterima detikcom, Jumat (22/4/2016).

Foto: Jajaran Polres Karawang berjibaku membantu korban banjir (dok. Polres Karawang)

Lokasi banjir ini berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan berada di bantaran pertemuan dua sungai, yakni Citarum dan Cibeet. Sejak Kamis (21/4) jajaran Polres Karawang telah menyiagakan personel bersama-sama pemda, BPBD, kodim, PMI dan ormas untuk mengantisipasi banjir kiriman dari hulu.

"Ini mengingat di sepanjang bantaran Sungai Citarum ada beberapa daerah di mana tanggul sungai lebih tinggi dari daratan," jelas Dicky. Siaga II telah diterapkan diikuti dengan menyiapkan tempat penampungan, posko kesehatan, dapur umum, perahu karet dan logistik, termasuk mengaktifkan ronda mengantisipasi banjir kiriman dari hulu yang memakan waktu 8-10 jam bila mencapai Karawang.

Foto: Jajaran Polres Karawang berjibaku membantu korban banjir (dok. Polres Karawang)

"Terpantau sudah beberapa lokasi yang banjir seperti daerah Benteng Tanjung Pura 50 cm dan Batu Jaya 30 cm. Mudah-mudahan tidak ada lagi hujan di hulu dan pasang laut sehingga tinggal menunggu penyusutan air," jelas Dicky.

Ditambahkan Dicky, dirinya mengimbau agar masyarakat yang terkena banjir mau mengungsi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Masyarakat yang terkena banjir diimbau untuk meninggalkan rumah mengantisipasi naiknya air dan serangan binatang berbisa, karena masih ada anggota masyarakat yang menolak dievakuasi, bahkan ada yang sudah digigit ular tetapi sudah berhasil dievakuasi semua," ujarnya.

(hri/mad)